Total Kasus Positif 116.871 Update Corona Indonesia Kematian Capai 5.521 Kamis 6 Agustus 2020

Pemerintah telah memperbarui data pasien positif virus corona pada laman resmi BNPB Nasional Kamis (6/8/2020) pukul 15.30 WIB. Berdasarkan laporan data tersebut, tercatat adanya 1.882 kasus baru. Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 116.871 pasien positif virus corona.

Kemudian, pada hari ini ada 1.756 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh tercatat 75.645 orang. Sementara untuk pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 69 korban, sehingga total menjadi 5.521 kasus kematian. Sehingga jika diakumulasikan, terdapat 37.587 kasus aktif atau masih menjalani perawatan.

Uji klinis vaksin virus corona (Covid 19) segera dimulai pada 11 Agustus 2020. Sementara untuk tahap simulasinya dimulai pada 6 Agustus 2020. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Tim Penelitian Uji Klinis tahap 3 calon vaksin Covid 19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Profesor Kusnandi Rusmil.

“Hari ini dilakukan simulasinya,” ujar Kusnandi Rusmil diBandung, Kamis (6/8/2020). Kusnandi Rusmil menjelaskan, penyuntikan vaksin terhadap relawan diperkirakan 1 2 bulan. Jangka waktu tersebut bisa lebih cepat bergantung jumlah relawannya, apakah sudah mencukupi atau tidak.

Pada dasarnya, relawan yang disuntik calon vaksin Covid 19, seperti orang yang akan naik haji. Setelah disuntik vaksin atau imunisasi, para calon jamaah haji boleh bepergian. Begitupun dengan relawan, setelah disuntik boleh bepergian.

Yang terpenting, seseorang yang akan menjadi relawan harus sehat, dinyatakan dengan keterangan sehat. “Nanti kan diperiksa sama dokternya. Sehat atau tidak, boleh nggak menjadi sukarelawan,” imbuh Kusnandi Rusmil. Pemeriksaan sukarelawan akan dilakukan di enam tempat.

Targetnya, setiap hari ada sekitar 20 orang di masing masing tempat yang diuji klinis. Kusnandi Rusmil menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon peserta uji klinis. Yakni calon peserta merupakan orang dewasa berusia 18–59 tahun yang dinyatakan sehat.

Sehat tidaknya kondisi calon peserta, sambung dia, dibuktikan dengan tidak mengalami penyakit ringan, sedang, atau berat. Kemudian tidak memiliki riwayat penyakit asma dan alergi terhadap vaksin, hingga tidak memiliki kelainan atau penyakit kronis seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, penyakit ginjal dan hati, tumor, epilepsi atau penyakit gangguan syaraf lainnya. Calon peserta juga tidak memiliki kelainan darah atau riwayat pembekuan darah, tidak memiliki penyakit infeksi lain dan demam, serta tidak memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun.

“Suhu tubuh calon pendaftar juga tidak boleh melebihi 37,5 derajat celcius,” ungkap dia. Selanjutnya, calon peserta bukan merupakan wanita hamil atau berencana hamil selama periode penelitian, serta tidak sedang menyusui. Calon peserta juga tidak sedang ikut atau akan diikutsertakan dalam uji klinis lain.

Sebelumnya, Kusnandi Rusmil mengungkapkan, peserta senantiasa mematuhi protokol kesehatan dan melakukan pembatasan fisik maupun sosial selama wabah pandemi Covid 19 serta dinyatakan tidak memiliki riwayat terinfeksi Corona. “Calon peserta akan dilakukan tes terhadap apus tenggorokan (swab test) dan rapid test secara gratis untuk mengetahui apakah ada kemungkinan sedang atau pernah terinfeksi Covid 19,” jelasnya. “Peserta tidak mendapat imunisasi apa pun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam 1 bulan ke depan,” tutur dia.

Syarat lainnya, calon peserta berdomisili di Kota Bandung dan tidak berencana pindah dari lokasi penelitian sebelum penelitian selesai dilaksanakan. Selain itu, sambung Kusnandi, dalam 14 hari sebelum dimulainya penelitian, peserta tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien terinfeksi Covid 19. Kemudian, tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien yang menunjukkan demam atau gejala sakit saluran pernapasan yang berdomisili di daerah atau komunitas yang terdampak Covid 19.

“Serta tidak memiliki dua atau lebih kasus demam dan/atau gejala saluran pernapasan di daerah dengan lingkup kecil, seperti rumah, kantor, dan sekolah,” tutur dia. Sebanyak 1.620 relawan dibutuhkan dalam proses uji klinis vakisin. Namun, tidak semua peserta akan disuntikkan vaksin. Sebanyak 540 orang akan disuntikkan vaksin, sedangkan sisanya akan mendapat cairan plasebo. Penentuan pemberian vaksin atau plasebo akan dilakukan secara acak.

“Bagi yang menerima plasebo akan mendapatkan vaksin Covid 19 setelah vaksin didaftarkan,” ungkap Kusnandi Rusmil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *