Kunci Penanganan Covid-19 Jalani Tugas Secara Riang Gembira Mayjen Ratmono

Indonesia mengalami penambahan kasus coronavirus disease 2019 (Covid 19) setiap hari. Berdasarkan data terakhir, hingga Sabtu (17/10/2020) siang, terdapat penambahan sebanyak 4.301 kasus. Sehingga, total kasus corona di Indonesia sampai hari Minggu kemarin mencapai angka 357.762.

Sebagai upaya menanggulangi Covid 19, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilibatkan dalam penanganan. Spot utama pertempuran TNI melawan virus Corona, berlangsung di Rumah Sakit Darurat Covid 19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. RSDC Wisma Atlet sanggup menampung lebih dari 10 ribu pasien Covid 19.

Panglima Perang TNI melawan Covid di RSDC Wisma Atlet adalah Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono yang bertindak sebagai koordinator. Komandan lapangannya juga seorang perwira TNI, Letkol Laut drg. Muhammad Arifin Sp.Ort., M.Tr.Opsla. Penunjukkan Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono sebagai Koordinator RSDC Wisma Atlet tentu sudah memperhitungkan berbagai hal dalam pertempuran melawan virus Corona.

Menurut Ratmono kunci penanganan Covid 19 adalah petugas gembira dan bahagia. "Pasien akan terdorong gembira dan bahagia juga. Gembira dan bahagia penting di sini agar imunitas meningkat,” ujarnya, dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020). Ratmono Ia memiliki segudang pengalaman yang tak perlu diragukan. Mayjen Tugas Ratmono kini masih menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI AD. Pengalaman tempur didapatnya saat bertugas di satuan Kostrad Batalyon Lintas Udara 431/K SSP, Brigif 3, Kariango, Makassar. Untuk diketahui, RSDC Wisma Atlet Kemayoran terdiri atas 10 tower dengan luas bangunan 468.700 meter persegi di lahan 10 hektare. Wisma Atlet difungsikan sebagai RS Darurat Covid sejak 23 Maret 2020.

Saat ini empat tower yaitu tower 4,5,6, dan 7 digunakan untuk merawat pasien Covid 19 dari yang tanpa gejala, gejala ringan, hingga gejala sedang. Sedangkan tower 1,2, dan 3 digunakan untuk manajemen, administrasi, dan tempat penginapan para petugas. TNI sejauh ini telah menerjunkan 359 personel kesehatan di RSDC Wisma Atlet yang terdiri dari 6 dokter spesialis, 18 dokter umum, 172 perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Jumlah total personel TNI yang dilibatkan tentu lebih banyak jika memperhitungkan personel bagian logistik, pengamanan, dan bagian lainnya. Mereka berbaur dengan petugas lainnya yang dikirimkan Polri, Kementerian Kesehatan, IDI, dan para relawan. Total personel dari berbagai instansi dan relawan yang bertugas di RSDC Wisma Atlet per 12 Oktober 2020 mencapai 2.571 orang.

Dari jumlah ini, tenaga kesehatan paling banyak, mencapai 1952 orang. Jumlah yang tidak kecil dan menjadi bentuk keseriusan negeri ini melenyapkan Covid 19. Dari sisi pasien, sejak dioperasikan pada 23 Maret 2020, hingga berita ini ditulis, RSDC Wisma Atlet Kemayoran telah menerima 20.949 pasien Covid 19 yang menjalani rawat inap. Jumlah yang dinyatakan sembuh mencapai 19.182 orang, dan 7 meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *