Rossi Justru Kebalikannya Quartararo Kuat di Kualifikasi Tapi Melempem di Balapan

Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, berpeluang finis di atas Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) pada klasemen akhir MotoGP 2020. Fabio Quartararo seolah kehilangan tajinya setelah sukses menyapu bersih merebut dua balapan pertama MotoGP 2020 dengan kemenangan. Aura tak terkalahkan yang dimiliki Fabio Quartararo seolah luntur. El Diablo memang masih mengerikan di kualifikasi namun melempem ketika balapan berlangsung.

Kehilangan rasa percaya diri dengan motor M1, Quartararo tak pernah mengakhiri perlombaan di posisi lima besar dalam tiga seri terakhir MotoGP 2020. Quartararo finis di posisi ke 7 pada balapan MotoGP Republik Ceska (9/8/2020), ke 8 pada MotoGP Austria (16/9/2020), dan ke 13 pada MotoGP Styria (23/8/2020). Ketika Quartararo mengalami penurunan, kondisi berbeda dialami oleh Valentino Rossi.

Sejak diperbolehkan menggunakan setelan motor sendiri oleh Yamaha, Rossi meraih hasil yang konsisten kendati tidak bisa dibilang bagus bagus amat. Rossi memang tidak meraih podium seperti ketika balapan seri kedua MotoGP Andalusia namun dia mampu menjaga posisinya di barisan tengah. Valentino Rossi finis di posisi ke 5 pada balapan MotoGP Republik Ceska, ke 5 pada MotoGP Austria, dan ke 9 pada MotoGP Styria.

Rossi pun menjadi pembalap Yamaha terbaik dalam tiga balapan terakhir. The Doctor mengoleksi 29 poin, paling banyak dibandingkan pembalap M1 lainnya. Pada periode yang sama Fabio Quartararo mengumpulkan 20 poin. Secara rata rata, Rossi unggul tiga poin dari Quartararo di setiap perlombaan. Keunggulan poin tersebut membuat Rossi mampu memangkas jarak poin dengan Quartararo di papan klasemen sementara MotoGP 2020.

Tertinggal 34 poin setelah seri kedua, Rossi kini terpaut 25 poin dari Quartararo yang masih bertengger di puncak klasemen. Apabila tren ini tetap bertahan, Rossi berpeluang untuk mengakhiri musim di atas Quartararo terlepas dari peringkat mereka di klasemen akhir. Hitung hitungannya, masih ada sembilan balapan tersisa musim ini sehingga Rossi akan unggul 27 poin dari Quartararo pada periode itu atau dua poin pada klasemen akhir.

Apabila BolaSporter bertanya tanya seperti apa selisih tiga poin dalam balapan sesungguhnya, tiga poin adalah gap yang memisahkan pembalap di posisi ke 3 dengan 4, 4 dengan 6, 5 dengan 8, 6 dengan 9, 7 dengan 10, dst. Terlepas dari konsistensi yang dimiliki dalam balapan, Valentino Rossi perlu memperbaiki performanya saat sesi kualifikasi. Saat Quartararo kuat di kualifikasi tapi melempem di balapan, Rossi justru kebalikannya. The Doctor selalu terlempar dari tiga baris terdepan sejak MotoGP Rep Ceska.

Padahal Quartararo sudah membuktikan bahwa ketika motornya bagus maka akan sangat sulit untuk menandingi ritmenya yang cepat juga konstan. Rossi sendiri yakin bahwa masalah yang dihadapi Quartararo bukan berasal dari tekanan mental melainkan masalah teknis dengan motor M1. "Di Jerez dia selalu tampil kuat, motor M1 bekerja dengan baik dan faktanya dia menang. Menurut saya kesulitannya karena masalah teknis," kata Rossi, dilansir dari GPOne.

"Kami semua sangat dekat. Saya tidak jauh dari Quartararo. Saya berharap performa Yamaha akan lebih baik di sirkuit berikutnya," imbuhnya. Kejuaraan akan dilanjutkan dengan seri balap keenam MotoGP San Marino yang akan digelar di Sirkuit Misano, Italia, 11 13 September 2020. Musim lalu Quartararo menjadi runner up balapan MotoGP San Marino. Adapun Rossi finis di posisi keempat.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *