UPDATE Kasus Corona di Jawa Tengah Sabtu 18 April: 315 Pasien Positif, 225 Orang Masih Dirawat

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengungkapkan jumlah pasien positif Covid 19 di Indonesia masih bertambah. PadaSabtu (18/4/2020) terdapat penambahan325 pasien Covid 19 sehingga total ada6.248 pasien yang sudah terkonfirmasi positif. Jumlah pasien Covid 19 di Indonesia yang meninggal hingga hari ini mencapai 535.

Sedangkan jumlahpasien Covid 19 yang berhasil sembuh ada 631 pasien. Hal itu Yuri sampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB pada Sabtu(18/4/2020) sore. Sementara itu, jumlah kasus Covid 19 di Jawa Tengah berjumlah 329 pasien dengan rincian 44 pasien sembuh dan 41 pasien meninggal.

Data ini didapat di website resmi Pemerintah Pusat untuk penanganan Covid 19 Jumlah tersebut berbeda dengan jumlah kasus Covid 19 yang dirilis akun resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengahuntuk penanganan Covid 19 Dalam situs tersebut jumlah kasus Covid 19 di Jawa Tengah lebih sedikit yakni sebanyak 315 kasus yang sudah terkonfirmasi positif dengan rincian 46 pasien sembuh dan 44 pasien meninggal.

Sehingga di Jawa Tengah masih ada 225 pasien yang masih dalam tahap perawatan. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Jawa Tengah berjumlahh 873 pasien. Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 24.689 orang.

Berikut daftar Rumah Sakit di Jawa Tengah yang merawat pasien Covid 19: Sementra itu,Gubernur Jawa TengahGanjar Pranowo meminta Pemerintah Kota Semarang menghitung kemungkinan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini dilakukan karena Kota Semarang merupakan zona merah penyebaran Covid 19.

SebelumnyaKementerian Kesehatan (Kemenkes) merestui Kota Tegal memberlakukan PSBB lantaran ada lonjakan kasus Covid 19. Menurut Ganjar PSBB ini diberlakukan agarkota yang mengalami lonjakan kasus tinggi untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 yang lebih meluas, terutama Kota Semarang. "Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah. Jadi harus hati hati. Kalau kemudian tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien," kata Ganjar melalui keterangan pers, Jumat (17/4/2020).

Ganjarmenuturkan resah melihat kondisi Kota Semarang dalam pencegahan penularan Covid 19 ini. Pemkot Semarang dinilai harus tegas dan keras menerapkan phsyical distancing. Selama 25 hari bersepeda keliling Kota Semarang, kata dia, kerap melihat masih banyaknya kerumunan di berbagai tempat. Ganjar pun telah menginstruksikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, untuk melakukan kajian dan perhitungan jika ditetapkan PSBB.

Kajian dan perhitungan itu menyangkut aspek sosial ekonomi, transportasi, logistik sampai keamanan. "Segera dikaji, segera dihitung persebarannya seperti apa, percepatannya seperti apa. Begitu terlihat drastis dan persebarannya semakin luas, tidak usah ragu ragu (mengajukan penerapan PSBB)," tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *