Sudah Ditonton 18 Juta Kali, Lagu Keke Bukan Boneka Dihapus dari YouTube, Ini Kata Rinni Wulandari

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol, Rinni Wulandari angkat bicara terkait hilangnya video klip lagu Kekeyi 'Keke Bukan Boneka' dari YouTube. Seperti yang diberitakan, Kekeyi belum lama ini merilis lagu baru bertajuk 'Keke Bukan Boneka'. Video klip lagu tersebut diunggah di kanal YouTube nya dan viral.

Lagunya bahkan menduduki trending nomor 1 di YouTube Indonesia selama berhari hari. Kendati demikian, meledaknya lagu baru Kekeyi diwarnai dengan isu plagiat. Lagu Keke Bukan Boneka diisukan meniru lagu 'Aku Bukan Boneka' ciptaan Novi Umar dan dipopulerkan oleh penyanyi Rinni Wulandari.

Ada bagian lirik dan nada lagu Kekeyi yang dianggap mirip dengan lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu. Bahkan judulnya juga sangat mirip. Kemiripan itu pun menjadi sorotan dari berbagai pihak.

Kabar terbaru, kini video musik Keke Bukan Boneka yang sudah ditonton lebih dari 18 juta kali itu sudah tak tampak lagi. Usut punya usut, video tersebut ternyata sudah diturunkan atau di take down dan wewenangnya di tangan Sony Music dan Novi Umar, pencipta lagu "Aku Bukan Boneka" yang dipopulerkan Rinni Wulandari. Hal tersebut dijelaskan oleh Rinni melalui akun Instagram nya, @rinni_w.

Semua adalah keputusan label @sonymusicid @novi_umar81 selaku pemilik hak cipta dari Aku Bukan Boneka ," tulis Rinni Wulandari, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (5/6/2020) Ia sekaligus membantah bahwa ada andilnya dalam keputusan menghapus video musikKekeyitersebut. Terkait dengan ditake downnya lagu Keke Bukan Boneka adalah di luar wewenang aku ," tulis Rinni.

Sementara soal ada namanya yang muncul sebagai pengklaim lagu tersebut karena lagu "Keke Bukan Boneka" dianggap mirip dengan singel terdahulunya, "Aku Bukan Boneka". Nah, video yang kena take down sama YouTube selalu mencatut judul lagu dan penyanyi aslinya. Jadi nama aku beserta judul lagunya tercantum di situ ," tulis Rinni menjelaskan.

Rinni Wulandariberharap agar netizen bisa memahami duduk perkara dari masalah hak cipta yang membayangi "Keke Bukan Boneka". Semoga teman teman bisa paham sama apa yang terjadi saat ini. Emoga teman teman sehat dan bahagia selalu ," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, lagu "Keke Bukan Boneka" dianggap menjiplak lagu lama Rinni Wulandari yang berjudul "Aku Bukan Boneka". Berbincang dengan selebgramKekeyi, penyanyi Anji membahas tentang lagu "Keke Bukan Boneka" yang menjadi viral. Lagu yang dibuat Kekeyi itu dianggap mirip dengan lagu "Aku Bukan Boneka" yang diciptakan Novi Umar dan dipopulerkan Rinni Wulandari.

Merasa ada kemiripan dengan lagu yang diciptakannya, Novi Umar mengunggah komentarnya di Instagram. "Tapi dari Novi Umar, pengarang lagu Aku Bukan Boneka itu, Dia juga ngomong ke aku maksudnya, 'Enggak ini cuma pengin mengedukasi aja bukan pengin menjatuhkan Kekeyi atau apa'," jelas Anji kepada Kekeyi, dikutip dari YouTube Dunia Manji, Senin (1/6/2020).

Mendengar hal itu Kekeyi berterima kasih dan mengungkapkan kekhawatirannya. "Kalau begitu makasih. Aku takutnya begini lho, aku takutnya kalau aku dipenjara kayak gimana. Aku cuma niatnya menghibur doang," ucap Kekeyi seraya menangis dan mengusap air matanya.

Mantan pacar Rio itu mengaku mengetahui lagunya bermasalah setelah meilihat akun gosip di media sosial. "Lihat akun gosip dan itu aku drop sampai sekarang aku enggak bisa makan," ujar Kekeyi. Di samping itu, Kekeyi mengaku sudah menghubungiRinni Wulandariuntuk meminta maaf juga.

"Aku juga udah hubungi kak Rini, 'Kak maaf ya kalau misalnya aku ada salah masalah lagu itu, maaf banget'," tutur Kekeyi. Kekeyi mengaku tidak mengetahui lagu yang dinyanyikan Rinni tersebut, sedangkan lagunya ia buat hasil dari pengalaman pribadi asmaranya. Sebagai informasi, Kekeyi merilis lagu "Keke Bukan Boneka" ke YouTube pada 29, Mei 2020.

Lagunya bahkan berhasil menjadi trending nomor satu di Indonesia, nenggeser lagu Sour Candy milik Lady Gaga yang berduet dengan BLACKPINK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *