Seorang Ibu Hendak Melahirkan di Tengah Banjir Jakarta, Polisi & Warga Langsung Bantu Evakuasi ke RS

Seorang ibu di kawasan Jakarta hendak melahirkan di tengah banjir. Seorang ibu yang tak diketahui identitasnya tersebut menjadi korban banjir saat hamil besar. Ia hendak melahirkan di tengah banjir.

Beruntung dua polisi bergegas menolong ibu tersebut. Ibu tersebut nampak mengenakan baju putih berjalan sambil dituntun oleh dua polisi. Dilansir dari akun Instagram @jktinformasi, peristiwa itu terjadi hari ini, Kamis (2/1/2020).

Polri Sat Lantas Jakarta Barat mengevakuasi ibu tersebut di depan kantor Samsat Jakbar Daan Mogot. Tak hanya dua polisi, ada beberapa warga lainnya membantu sang ibu berjalan ke mobil damkar. Terlihat di sekelilingnya, banjir masih menggenangi jalan tersebut sampai sebetis orang dewasa.

Menurut penjelasan, ibu tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina. Seperti yang diketahui, banjir melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya semenjak Selasa (31/12/2019). Banjir yang menggenangi kawasan Jabodetabek tersebut disebut banjir yang ekstrim.

Bahkan sampai memakan banyak korban jiwa. Dikutip dari Kompas TV, berdasarkan data dari BNPB serta Polda Metro Jaya tercapat sebanyak 24 korban banjir yang tewas disebabkan oleh sengatan listrik, terseret arus banjir, dan terkena longsor. Sementara tiga korban dinyatakan hilang.

Dari 24 korban tewas tersebut, sepuluh orang berasal dari Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang. 12 orang asal Bogor, dan dua orang dari Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara. Hingga berita ini diturunkan, banjir masih menggenangi sejumlah kawasan di Jabodetabek.

Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (31/12/2019) sore hingga Rabu Pagi menyebabkanbanjirdi beberapa wilayah. Bahkan di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi,banjirkiriman ketinggiannya mencapai 5 meter. Tentu saja hal ini menjadi duka yang mendalam di awal tahun 2020 bagi warga yang terkena dampakbanjir.

Duka itu juga tengah dirasakan Muhammad Zaini (43) yang harus kehilangan ibunya saatbanjirmerendam kediaman orangtuanya. Orangtua Zaini, Muhammad Ali (82) dan Nawah (70) terjebak di rumahnya di Jalan H Amsir RT 004/004, Cipinang Melayu, Jakarta Timur sejak, Rabu (1/1/2020) sekira pukul 03:00 WIB. Pria berusia 43 tahun itu kemudian menceritakan saat dirinya dan petugas mengevakuasi orangtuanya.

Perjalanan Zaini menyelamatkan orangtuanya tak mudah ia lewati. Dirinya dan sang adik ditemani petugas menaiki perahu karet ke rumah orangnya dan harus melawan arus air yang cukup deras. Sampai di sana, Zaini dan petugas bergegas membongkar dinding rumah orangtuanya.

Dikatakan Zaini, adiknya sempat mendengar sang ayah meminta tolong. Saat ditemukan, kondisi Ali sudah menggigil karena terjebakbanjirselama 12 jam lebih. Zaini bergegas menyelamatkan sang ayah.

Sementara nahas, ia melihat sang ibu sudah mengambang dalam kondisi tak bernyawa. "Posisi ibu itu ada di dalam, itu sudah ngambang," sambungnya. Seusai dievakuasi dari rumah korban, dirinya dan petugas harus kembali menerjang derasnya air dan memerlukan tenaga ekstra.

Zaini mengatakan sang ayah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Budi Asih untuk mendapat perawatan. Selain itu, Zaini mengaku orangtuanya saatbanjirhanya berdua di rumah. Mereka tinggal bersama kakak Zaini namun saat itu sedang pergi ke Bandung.

"Mereka hanya berdua. Tinggal bersama kakak saya," "Tapi kakak saya pergi ke Bandung ajak anaknya jalan jalan liburan sekolah dan akhir tahun," cerita Zaini. Meski begitu, sebelum peristiwa nahas itu melanda kondisi orangtua Zaini sehat.

Hanya saja, keduanya sudah tak terlalu kuat berjalan karena faktor usia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *