Rencana Menikah Mualimin Pun Buyar Ditinggal Kabur Kawannya Saat ‘Nyolong’ Tabung Elpiji

Rencana menikah Mualimin gagal total, pasalnya, pria berusia 24 tahun ini tertangkap saat sedang mencuri tabung elpiji. Mualimin ditinggal oleh kawanannya saat sedang mencuri karena aksi mereka telah ketahuan warga. Akibatnya, Warga asal Dusun Gobang, RT 02/RW 07 Desa Kedungmulyo, Kecamatan Bangilan, Tuban ini babak belur diamuk warga.

Bersama kawanannya, Mualimin nekat mencuri puluhan tabung elpiji dalam satu malam di Jalan Raya Samir Plapan, Desa Samir Plapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Kapolsek Duduksampeyan Iptu Sugeng menuturkan pelaku diamankan oleh anggota reskrim Polsek Duduksampeyan yang sedang menjalankan patroli malam. Saat kejadian, sekitar jam 23.30 WIB anggota polisi sedang melakukan giat patroli menyisir kawasan antisipasi kerawanan di wilayahnya.

Ketika tiba di Desa Samirplapan, petugas mendapati ada keramaian warga. "Saat didatangi oleh petugas, warga berhasil menangkap salah satu pelaku pencurian," ujarnya, Senin (27/8/2020). Pemuda berperawakan kurus ini ternyata kedapatan mencuri sebanyak 67 buah tabung elpiji 3 kilogram di warung milik Aris Fatkulamin warga Desa Samirplapan RT 03 RW 01 Kecamatan Duduksampeyan.

Pelaku bersama barang bukti akhirnya dibawa ke Mapolsek Duduksampeyan. Ternyata, pelaku pencurian itu jumlahnya lebih dari satu orang. Tabung elpiji melon itu belum sempat dibawa kabur oleh komplotannya.

Saat ketahuan warga, pelaku yang lain berhasil kabur. Sedangkan Mualimin tertinggal hingga menjadi sasaran amuk warga. Kanitreskrim Polsek Duduksampyan Aipda Budiono menambahkan saat diinterogasi petugas, Mualimin mengaku terdesak kepepet ekonomi.

"Dari pengakuannya, uang hasil penjualan tabung akan digunakan untuk biaya nikah dan sebagian hasil untuk kebutuhan sehari harinya," ungkapnya. Pelaku rencananya menikah dalam waktu dekat ini. Dia sudah memiliki kekasih hati yang akan dipersuntingnya.

Namun, rencana itu buyar. Polisi menetapkan pria asal Tuban ini sebagai tersangka. Rencananya untuk mengakhiri masa lajang pun urung terlaksana. Mualimin harus rela terpisah jarak dan waktu dengan tambatan hatinya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pemuda kelahiran 1996 ini harus mendekam di balik jeruji besi. Sedang polisi masih mencari para pelaku lain yang masih melarikan diri. (Willy Abraham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *