Pembelajaran Jarak Jauh Tidak Bisa Menggantikan Belajar Secara Langsung Kemendikbud

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengakui pembelajaran jarak jauh tidak bisa menggantikan proses pembelajaran secara langsung. Meski begitu, Nizam mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa memperkaya pembelajaran luar jaringan (luring). "Memang PJJ tidak bisa menggantikan pembelajaran langsung, tapi justru itu akan memperkuat dan memperkaya pembelajaran secara luring," ujar Nizam dalam peluncuran buku 'Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid 19' di Kemendikbud, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Dalam situasi pandemi Covid 19 ini, menurut Nizam banyak inovasi yang mampu diciptakan. Inovasi tersebut sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Namun, pandemi Covid 19 mampu mendorong sejumlah inovasi di dunia perguruan tinggi.

"Selama lima bulan, sudah kita lihat bagaimana inovasi yang tidak terbayang sebelumnya bisa dilakukan," kata Nizam. Seperti diketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakan pembelajaran selama pandemi Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid 19. Dalam SKB tersebut diatur pembelajaran langsung di sejumlah wilayah yang masuk zona hijau dan kuning.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membeberkan sejumlah formulasi untuk menghadapi Era Industri 4.0 di sektor pendidikan. Menurut Nadiem, langkah langkah ini mudah untuk dijabarkan, namun sulit untuk diimplementasikan. "Apa sih sebenarnya proses perubahan transformasi kita untuk industri 4.0. Itu sebenarnya mudah untuk dijelaskan sulit untuk dilaksanakan," kata Nadiem dalam sambutannya pada webinar Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, Senin (10/8/2020).

Nadiem mengatakan terdapat tiga cara untuk melakukan transformasi untuk Industri 4.0. Cara pertama adalah memberikan kesempatan seluas mungkin untuk pelajar mendapatkan pengalaman di dunia luar. Menurut Nadiem, cara ini dapat mendorong pelajar untuk berinovasi.

"Kita ingin sebanyak mungkin anak anak kita keluar dari kampus untuk mendapat pengalaman di bidang teknologi dan lain lain, untuk mendapatkan soft skill tersebut kemampuan berkreasi dan berkolaborasi," tutur Nadiem. Cara kedua adalah memberikan kesempatan dosen mencari pengaman di dunia industri termasuk teknologi. Sementara cara ketiga adalah dengan mendorong kolaborasi universitas dengan sesama universitas, serta kolaborasi dunia pendidikan dengan industri.

"Kita ingin semakin banyak pernikahan massal yang terjadi antara universitas dan universitas, dan universitas dengan usaha industri dan berbagai macam lembaga nonprofit dengan skala yang besar," ucap Nadiem. Melalui cara cara ini, Nadiem berharap dunia pendidikan dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *