New Normal buat Orang Dewasa Bukan buat Siswa PGRI

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Nurullah Koswara meminta pemerintah tidak melakukan pembukaan sekolah dalam waktu dekat. Menurut Dudung, pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona atau Covid 19 memberikan risiko kesehatan untuk para siswa. "Saya termasuk yang tidak setuju, tunda dulu pembelajaran tatap muka secara fisik di sekolah," ujar Dudung dalam diskusi daring, Rabu (10/6/2020).

Dudung mendukung pembelajaran untuk siswa tetap dilakukan secara jauh atau secara daring atau online. Cara ini dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian kondisi pandemi di tanah air. "Pembelajaran jarak jauh dan daring ini musti dilanjutkan. Buat anak jangan coba coba," tutur Dudung.

Dirinya menilai, penerapan kenormalan baru atau new normal ditujukan untuk orang dewasa. Sehingga penerapan untuk siswa sekolah menurutnya tidak tepat. "Kita pahami bahwa new normal atau kenormalan baru atau adaptasi kebiasaan baru itu sesungguhnya identik dengan dimensi orang dewasa," ungkap Dudung.

Dudung menyebut tujuan pemerintah ditujukan untuk kelompok usia produktif. Langkah ini dilakukan untuk menggairahkan kembali kehidupan ekonomi di Indonesia. "Jadi presiden, atau pemerintah ini mengajak kita masuk ke kenormalan baru itu sesungguhnya adalah 17 tahun ke atas," kata Dudung.

"Agar kita semua orang dewasa produktif, agar layanan publik dibuka untuk kepentingan bersama dan ending nya adalah kehidupan ekonomi," pungkas Dudung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *