Mudah-mudahan Presiden Hari Ini Sudah Melaunching Netizen Ngaku Sudah Dapat BLT Rp 600.000 Menaker

Program bantuan subsidi upah/ gaji sebesar Rp 600.000 sedang menjadi perbincangan hangat selama beberapa hari terakhir. Seperti diketahui, bantuan tersebut diberikan pada pekerja swasta dan honorer berpenghasilan di bawah Rp 5 juta. Baru baru ini, ada beberapa warganet yang mengaku bahwa dirinya sudah mendapatkan bantuan tersebut.

Akun Instagram @jelajahsolo misalnya. Dalam gambar yang ia unggah, terdapat bukti SMS banking dengan tulisan "SUBSIDI GAJI PEKERJA BATCH 1 Rp. 1.200.000 26/08/20 21:23:04". Sementara di caption foto, akun @jelajahsolo menulis, "Coba dicek rekening masing masing gan, sudah pada cair (bantuannya) atau belum? Bantuan subsidi gaji bagi karyawan bergaji kurang dari Rp 5 juta yang terdaftar BPJS, sumber tangkapan layar temanku yang sudah dapat ( Cubo dicek rekening e dewe2 gan.. Wis do cair durung ?? Bantuan subsidi gaji bagi karyawan bergaji )" Postingan serupa juga diunggah oleh akun Instagram @soloinfo.

Ia membagikan Direct Message (DM) salah satu follower nya yang berbunyi: "Mas, mau komen tapi takut diserbu aku. Punyaku BLT tenaga kerjanya sudah cair lho. Rp 1,2 juta sore ini, tadi dapat notifikasi SMS dari BTNbanking. Puji Tuhan mas." Follower tersebut lalu menyertakan bukti SMS Banking yang dimaksud. Sebelumnya,Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sempat mengatakan bahwaPresiden Joko Widodo ( Jokowi) akan meluncurkan program subsidi gaji hari ini.

"Mudah mudahan besok (hari ini) Pak Presiden sudah me launchingprogram ini dan kami segala sesuatunya sudah kami siapkan," katanya di Jakarta, Rabu (26/8/2020). Ida menambahkan, penyaluransubsidi gajiini akan dilakukan secara bertahap. Tahappertama akan disalurkan kepada 2,5 juta pekerja yang telah tervalidasi dan terverifikasi melalui berlapis lapis pengecekan data.

"Mudah mudahan setelah data ini, batch pertama datanya sudah ada kesesuaian." "Begitu di launching maka begitu juga langsung akan kami transfer," katanya Mekanisme penyaluran bantuan subsidi gaji/upah ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan.

Totalnya Rp 2,4 juta yang akan diberikan setiap dua bulan sekali. "Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta," ujarnya. Subsidi gajiini pada akhirnya akan disalurkan dengan total 15,7 juta pekerja yang akan dituntaskan hingga September 2020.

Menakerberharap, tiap pekannya BP Jamsostek (BPJS Ketenagakerjaan) akan menyerahkan data serta nomor rekening para pekerja penerima subsidi gaji sebanyak 15,7 juta kepada pemerintah secara bertahap. Lalu, apa syarat pekerja dapat menerima bantuan subsidi upah/gaji dari pemerintah tersebut? Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenake) Nomor 14 Tahun 2020 ada 7 kriteria, meliputi:

A. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK); B. Terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan; C. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang di laporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan;

D. Pekerja/buruh penerima upah; E. Memiliki rekening bank yang aktif; F. Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program Kartu Prakerja; dan

G. Menjadi peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan Juni 2020. Subsidi gajitersebut tidak hanya diterima oleh pekerja swasta dengan kriteria penghasilan di bawah Rp 5 juta, tetapi juga untuk pegawai non aparatur sipil negara (ASN) atau honorer. Artinya, dampak penundaan penyaluran tidak hanya dialami pekerja swasta, tetapi jugapegawai honorer.

"Pegawai pemerintah Non PNS sepanjang dia menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maka dia memang termasuk yang menerima program bantuan pemerintah ini," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (24/8/2020). Sebelumnya, lanjut Ida, hanya 13,8 juta pekerja swasta saja yang berhak menerimasubsidi gajitersebut. Namun, atas pertimbangan serta koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L), maka angka penerima subsidi bertambah menjadi 15,7 juta pekerja termasuk pegawai honorer.

"Jadi awalnya 13,8 juta pekerja swasta dengan upah di bawah Rp 5 juta. Kemudian, setelah kami koordinasi lintas kementerian dan lembaga, kami juga memberikan kesempatan kepada pegawai pemerintah non PNS yang mereka tidak menerimagaji ke 13berhak untuk mendapatkan subsidi gaji," jelasnya. Berikut cara cek karyawan penerima bantuan Rp 600.000 di BPJS Ketenagakerjaan via aplikasi, laman resmi, dan SMS. Untuk mengecek status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,kamu dapat mengunduh aplikasi BPJSTKU.

Aplikasi ini tersedia untuk perangkat Android maupun iOS. Kamu bisa melihat informasi saldo JHT dan rincian saldo JHT Tahunan melaluiaplikasi BPJSTKU. Selain itu, tersedia juga informasi profil peserta, simulasi saldo JHT dan formulir pengajuan klaim online.

Adapun cara pendaftaran dibedakan menjadi dua, yaitu pendaftaran peserta baru BPJS Ketenagakerjaan (Penerima Upah, Bukan Penerima Upah, Pekerja Migran Indonesia) dan pendaftaran pengguna baru aplikasi BPJSTKU. Jika sudah pernah mendaftar, masukkan alamat email dan kata sandi. Sementara, bagi pendaftar baru, harus membuat akun terlebih dahulu.

Berikut adalah caranya: Setelah berhasil login,kamu dapat melihat status keanggotaan, apakah terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan. Jika aktif dan sesuai dengan kriteria lain yang dipersyaratkan, kamu merupakan salah satu penerima subsidi gaji tersebut.

Selain melalui aplikasi,kamu juga dapat mengecek status kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan melalui situs Pada laman tersebut, masukkan alamat email dan password. Setelah berhasil masuk,kamubisa melihat sejumlah informasi, mulai dari kartu digital, saldo JHT, klaim saldo JHT, simulasi, hingga vokasi.

Untuk dapat mengecek status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan melalui SMS, peserta harus mendaftar via SMS dengan mengetik: Daftar(spasi)SALDO#NO_KTP#TGL_LAHIR(DD MM YYYY)#NO_PESERTA#EMAIL(bila ada) Kirim ke 2757. Setelah terdaftar, peserta bisa mengirim pesan dengan format SALDO (spasi) no peserta, lalu kirim ke 2757.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *