Mengaku Siap Nikahi Korban Pria Ini Nekat Setubuhi Kekasihnya Hubungan Tak Direstui Orangtua Pacar

Hubungannya tak direstui orangtua, pasangan remaja ini nekat melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Sang pria menyampaikan janji manis kepada kekasihnya agar mau berhubungan intim. Pasangan remaja ini keduanya merupakan warga Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar.

Hubungan mereka rupanya tak direstui oleh orangtua korban karena keduanya dianggap masih terlalu muda. Hal itu pun membuat pasangan muda itu nekat melakukan hal di luar dugaan. Keduanya pun nekat melakukan hubungan layaknya suami istri di sebuah kontrakan.

Rupanya, perbuatan terlarang itu diketahui orangtua D sehingga melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Tengah dengan nomor laporan LP/931 B/VIII/2020/Polda LPG/Res Lamteng, tanggal 3 Agustus 2020. Berdasarkan keterangan AS, aksi persetubuhan yang sudah dilakukan ia dan D sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu. Kepala Satreskrim Polres Lampung Tengah Ajun Komisaris Polisi Yuda Wiranegara mendampingi Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro menerangkan, keduanya kerap melakukan perbuatan layaknya suami istri di kontrakan milik AS.

"Pelaku membujuk D untuk melakukan hubungan suami istri. Saat itu AS meminta D untuk menemaninya tidur di rumah kos miliknya di kawasan Yukum Jaya," terang Kasatreskrim. Menurut Kasatreskrim, korban mau saja menuruti kemauan AS. "Karena orangtua D tidak merestui perbuatan keduanya, akhirnya perbuatan persetubuhan itu dilaporkan kepada kami," jelas AKP Yuda Wiranegara.

Setelah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi saksi, akhirnya AS diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Lamteng, Sabtu (8/8/2020) lalu sekitar pukul 19.00 WIB di rumahnya. Guna pemeriksaan lebih lanjut, pelaku dijerat dengan Pasal 76d dan 76e Jo Pasal 81 dan 82 Undang Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah, pengganti Undang Undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan diancam hukuman pidana minimal tiga tahun, maksimal dua puluh tahun kurungan penjara. Pelaku AS mengakui jika ia telah melakukan aksi persetubuhan dengan teman perempuannya berinisal D yang masih berstatus siswi sekolah menengah atas (SMA).

Menurut AS, aksi persetubuhan itu ia lakukan dengan D di rumah kontrakan milik D di kawasan Yukum Jaya. Menurut pelaku, saat itu ia merayu teman perempuan yang lebih kurang satu tahun terakhir menjalin asmara dengannya itu, dan meyakini D jika dirinya akan bertanggung jawab dan menikahi korban secepatnya. "Saya bilang ke dia (teman perempuannya), kalau saya akan tanggungjawab. Saya siap buat nikahin dia, karena memang orangtuanya tidak setuju (keduanya berpacaran)," terang AS kepada penyidik Unit PPA Polres Lamteng.

Namun aksi keduanya akhirnya diketahui orangtua D. Mendapat pengakuan D, sang orangtua akhirnya melaporkan perbuatan AS kepada pihak kepolisian. "Saya beneran sayang dengan dia, dan mau menjalin hubungan serius dan kedepan mau menikahinya," jelas AS yang tinggal beberapa ratus meter dari rumah rumah korban itu.

Peristiwa serupa juga terjadi di kota yang sama, tergoda rayuan maut, seorang gadis di bawah umur pasrah disetubuhi remaja pria di Lampung. Perbuatan cabul itu akhirnya diketahui keluarga korban dan dilaporkan ke polisi. Akibat aksinya yang mencabuli gadis di bawah umur itu, pelajar berinisial JH (19) ini diganjar hukuman lima tahun penjara.

Terdakwa merupakan warga Kampung Baru Labuhan Ratu, Bandar Lampung. JH menyetubuhi korban berinisial VM (16) di kos kosan miliknya. Pencabulan itu terungkap saat korban pulang ke rumah dan diinterogasi oleh keluarganya.

"Bibi korban bertanya, korban bersama siapa, dan korban mengaku bersama RA, A dan terdakwa, bibi korban bertanya lagi, terus sudah ngapain saja," kata JPU, Senin, 10 Agustus 2020. Kata JPU, awalnya korban hanya diam saja sehingga bibi korban mengancam akan melakukan visum. "Sehingga korban VM jujur dan bilang bahwa korban bertemu dengan terdakwa dan di kosan melakukan hubungan suami istri," tuturnya.

Alhasil, kata JPU, bibi korban mengadu ke orangtua korban. "Korban pun dibawa ke pihak berwajib guna pengusutan lebih lanjut," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *