Korban Ketakutan Karena Diancam Akan Dibunuh kisah Perawat Ditampar Orangtua Pasien

Seorang perawat wanita berinisial HM (30) tak bisa berbuat banyak saat dirinya dianiaya oleh BC. BC yang belakangan diketahui bekerja sebagai seorang satpam itu tega menampar HM saat berada di dalam klinik. Korban HM pun menceritakan insiden saat ia ditampar oleh BC.

Kejadian itu saat HM sedang bertugas di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang. HM tak menyangka jika pelaku melah mengamuk dan menamparnya didepan umum. Padahal saat itu, ia hanya mengingatkan agar pelaku memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19.

Kejadian ini berbuntut panjang, korban melaporkan pelaku ke polisi. "Pasti akan kami tindak tegas, kalau itu nanti masuk tindak pidana ringan atau penganiayaan kena pasal 352 KUHPidana. Tapi kalau nanti hasil visum itu menunjukkan luka berat bisa kena pasal 351 KUHPidana dan terancam penjara," kata Plt Kapolsek Semarang Timur Iptu Budi Antoro. Sementara itu, korban HM mengatakan jika dirinya masih ketakutan seusai mendapat pelakuan kasar yang dilakukan oleh BC.

Terlebih, korban ketakutan karena diancam oleh pelaku yang saat itu menganiayanya di klinik. Karena merasa takut akan keselamatannya itu, akhirnya ia melaporkannya ke polisi untuk meminta perlindungan. Bahkan, ia juga telah melakukan visum untuk melengkapi bukti kasus kekerasan yang dilakukan pelaku terhadapnya.

"Sudah dilaporkan ke Polsek Semarang Timur untuk dimintai keterangan. Kemudian baru ditindaklanjuti ke Polrestabes," paparnya dilansir dari Kompas.com. Pelaku BC kini terancam dipidana karena perbuatan kasarya kepada seorang perawat di klikik Pratama Dwi Puspita, Kota Semarang. BC dijerat Pasal 351 Ayat 1 dan Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Asep Mauludin mengungkapkan tim Resmob Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Timur menangkap BC di tempat tinggal pelaku di daerah Kemijen, Semarang Timur, pada Sabtu (11/4/2020).

"Motif pelaku melakukan pemukulan karena merasa emosi pada saat diingatkan perawat di klinik tersebut untuk memakai masker. Mengingat kondisi sekarang mengantisipasi merebaknya Covid 19 semua diwajibkan memakai masker saat beraktivitas," terang dia. Ilustrasi pemakaian masker untuk cegah penyebaran Covid 19 (Christian Slater/Pixabay) Asep mengatakan pelaku mendatangi klinik tersebut dengan tujuan hanya untuk berobat. Akan tetapi, saat diingatkan oleh perawat untuk memakai masker, pelaku marah dan memukul perawat tersebut.

Pelaku juga dalam kondisi sadar tidak terpengaruh minuman keras atau obat obatan saat melakukan aksinya. "Setelah penganiyaan tersebut korban mengaku pusing dan mual. Korban juga sudah memeriksakan diri ke dokter," ujar dia. Pria yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian hanya bisa menyesali perbuatannya.

Pelaku BC mengaku khilaf sehingga memukul korban setelah dirinya diingatkan untuk memakai masker. Ia beralasan, saat itu hanya merasa khawatir dan memohon agar anaknya yang sakit demam dapat segera diperiksa oleh dokter sebentar. BC mengatakan, ia melakukan tindakan pemukulan tersebut karena tak terima disuruh pulang untuk mengambil masker sebelum melakukan pemeriksaan untuk anaknya oleh petugas medis.

"Saya cuma menggetok wajah perawat itu, bukan melakukan penganiayaan," katanya Sambil menahan tangis. Seperti diketahui, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis (9/4/2020) pukul 09.00 WIB ketika BC hendak berobat ke klinik tersebut. Kejadian penamparan tersebut terekam dalam sebuah CCTV.

Rekaman CCTV itu lantas viral di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *