Kini Bebas Murni Pesinetron yang Terlibat Kasus Pembunuhan Kekasihnya Profil Lidya Pratiwi

Inilah profil Lidya Pratiwi, pemain sinetron Indonesia yang terlibat kasus pembunuhan kekasihnya. Kasus pembunuhan yang melibatkan Lidya Pratiwi ini sempat menggemparkan publik belasan tahun silam. Kini nama Lidya Pratiwi kembali menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, Lidya Pratiwi telah bebas murni. Lidya Pratiwi sebelumnya telah bebas bersyarat dari Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang, sejak 2013. Saat ini Lidya telah bebas murni lantaran telah melewati masa percobaan pembebasan bersyarat.

Lidya Pratiwi lahir di Jakarta pada 14 Januari 1987 dari kandungan sang ibu, Vince Yusuf. Pesinetron cantik itu dipenjara ketika berusia 19 tahun. Saat ini ia sudah berusia 33 tahun.

Saat itu karirnya di dunia hiburan Tanah Air terbilang cukup baik. Dia memulai kariernya menjadi model di tahun 2000. Melebarkan sayapnya di dunia hiburan, Lidya pernah menjadi salah satu pemain sinetron Ande Ande Lumut yang ditayangkan di stasiun televisi SCTV setiap Senin pukul 19.00 WIB.

Nama Lidya semakin naik daun di dunia hiburan lantaran menjadi pemeran Jinny dalam sinetronUntung Ada Jinnyyang ditayangkan di ANTV. Untuk diketahui, Untung Ada Jinny merupakan versi terbaru dari sinetron Jinny Oh Jinny. Kendati demikian, karier Lidya Pratiwi hancur setelah terlibat dalam kasus pembunuhan berencana kekasihnya, Naek Gonggom Hutagalung.

Naek Gonggom dibunuh di sebuah cottage penginapan Putri Duyung, kawasan Ancol, Jakarta Utara, tepatnya pada 28 April 2006. Namun, Lidyaitu tidak terlibat langsung membunuh kekasihnya. Sebab, otak pembunuhan tersebut adalah ibu dan paman Lidya, Vince Yusuf dan Tony Yusuf, serta seorang kenalan bernama Sukardi.

KeterlibatanLidya Pratiwidalam kasus ini bahwa dia mengetahui rencana pembunuhan tetapi tidak berusaha mencegahnya. Oleh karena itu, Lidya Pratiwi divonis kurungan penjara selama 14 tahun dengan dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Kini, Lidya Pratiwi telah bebas bersyarat pada 29 April 2013 dari Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang, Banten.

Lidya bebas setelah memenuhi persyaratan substantif dan administrasif. Terlebih, selama menjalani masa tahanan,Lidya Pratiwimendapatkan remisi sebanyak 30 bulan. Pada 24 November 2018, status bebas bersyarat Lidya Pratiwi sudah habis dan sekarang dia sudah dinyatakan bebas murni.

Rupanya, Lidya Pratiwi telah bebas bersyarat dari Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang, sejak 2013. Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jendral Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan hal tersebut berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Nomor PAS 50.PK.01.05.06 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana. "Telah memberikan pembebasan bersyarat kepada Lidya Pratiwi bt Heryanto atas perkara pembunuhan," kata Rika dalam keterangan resmi yang diterimaKompas.com,Senin (8/5/2020).

Sebelum mendapatkan pembebasan bersyarat, kata Rika, Lidya Pratiwi telah memenuhi persyaratan substantif dan administrasif. Terlebih, selama menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang, Banten,Lidya Pratiwimendapatkan remisi sebanyak 30 bulan. "Bahwa Lidya Pratiwi bt Heryanto selama menjalani masa pidana telah mendapatkan remisi sebanyak 30 bulan," ungkap Rika.

Oleh karena itu, Lidya Pratiwi dapat menghirup udara bebas tujuh tahun lebih cepat dari vonis yang diputuskan majelis hakim, yakni 14 tahun hukuman penjara. "Telah menjalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), tanggal 28 Matet 2013, No.XVII 268/5996 dan telah menjalani pembebasan bersyarat sejak 29 April 2013," ujar Rika. Sementara itu, Rika menegaskan, saat ini Lidya Pratiwi telah bebas murni lantaran telah melewati masa percobaan pembebasan bersyarat.

"Bahwa masa percobaan pembebasan bersyarat Lidya Pratiwi bt Heryanto berakhir pada 24 November 2018," kata Rika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *