Heboh Keraton Agung Sejagat hingga Sunda Empire, Fadli Zon Sebut Soal Politik Identitas Perlawanan

Kemunculan kerajaan kerajaan buatan masyarakat baru baru ini membuat heboh, dari mulai Keraton Agung Sejagat hingga Sunda Empire. Sekelompok orang menamai dirinya sebagai bagian dari kerajaan tersebut, kemudian sang pemimpin mengklaim menguasai dunia. Sebut saja yang telah diserukan oleh Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan sang Ratu dikenal dengan panggilan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja, yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Banyak tokoh politik pun memberikan tanggapan soal kemunculan fenomena tersebut. Satu di antaranya, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon. Fadli Zon memberikan tanggapan melalui cuitannya di akun Twitter pribadi miliknya.

"Resistance identity politics (Politik identitas perlawanan)," tulisnya dalam Twitter. Rupanya hal tersebut ditulisnya untuk menanggapi cuitan milik politikus Dipo Alam yang pernah menjabat Sekretaris Kabinet (SesKab) Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Di mana Dipo Alam menghubungkan soal kemunculan kerajaan kerajaan tersebut dengan kemungkinan adanya kejenuhan masyarakat dengan politik formal yang oligarkis.

Timbul "KERAJAAN2 KREASI RAKYAT KECIL, jangan2 tanda kejenuhan rakyat nonton politik formal yang oligarkis main uang korupsi merajalela? " tulis Dipo Alam dalam cuitannya. Dirinya pun menandai banyak tokoh juga media pada unggahannya, ada Presiden Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono, Mahfud MD, Karni Ilyas, dan lainnya. Sebelumnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, membuat heboh jagat maya, lantaran hadir dengan klaimnya yakni menguasai dunia.

Namun berakhir dengan penangkapan sang Raja dan Ratunya oleh polisi. Dan kembali dihebohkankarena kemunculanSundaEmpire EarthEmpire, yang diduga masih berafiliasi dengan kelompokKeratonAgungSejagatdi Purworejo. Dilansir dari , Totok Santoso Hadiningrat, yang mengklaim dirinya sebagai raja diKeratonAgungSejagatdiduga terlibat dalamSundaEmpire.

Kelompok ini mucul di media sosial tak lama setelahKeratonAgungSejagatdiamankan. Foto foto kegiatanSundaEmpirepertama kali muncul di akunFacebookmilik Renny Khairani Miller, yang diduga salah satu anggotaSundaEmpire. Dalam unggahannya, Reny tampak mengenakan seragam layaknya angkatan militer lengkap dengan baret berwarna biru di kepala.

Tak sendiri, ia bersama ratusan orang tampak mengenakan seragam yang sama dan mengikuti sebuah kegiatan. Pada foto yang diunggah pada 9 Juli 2019 itu, terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire Earth Empire. KlaimSundaEmpiredan Kerajaan Agung Sejagat juga hampir sama, yakni menyebut bila pemerintahan dunia akan segera berakhir. Sunda Empire memprediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Setelah itu, kehidupan masyarakat dunia akan menjadi lebih baik dan sejahtera.

Publik juga dihebohkan oleh munculnya kerajaan serupa Keraton Agung Sejagat di wilayah Klaten Jawa Tengah. Polisitelah menemukan kerajaan dengan nama yang sama di Klaten jawa Tengah. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana menyebut, tiga orang telah diperiksa terkait keberadaan Keraton Agung Sejagat di Klaten.

Dilansir , tiga orang tersebut yakni dua wanita dan satu pria, ketiganya tidak ditahan dan hanya dimintai keterangan. Tiga orang tersebut merupakan pengikut Keraton Agung Sejagat, dan telah diperiksa oleh Satreskrim Polsek Prambanan, Klaten, Kamis (16/1/2020). Tak sampai di situ publik kembali dihebohkan dengan kemunculan adanya keraton baru lainnya.

Yakni di Kabupaten Blora terdapat keraton bernama Keraton Djipang, yang terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Keraton Djipang dipimpin raja bernama PRA Barik Barliyan Surowiyoto, sudah berdiri sejak 2014 lalu. Namun rupanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, keraton tersebut Dorientasinya untuk pariwisata.

"Itu beda dengan yang di Purworejo (Keraton Agung Sejagat)," terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *