Garuda Melawan Corona: 4 Strategi Menghadapi Wabah Covid-19 ala Pemain Timnas

Nyatanya penyebaran virus corona baru atau COVID 19 hampir berdampak di berbagai sisi kehidupan. Bahkan dunia persepakbolaan Indonesia turut terimbas dari 'serangan' virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China ini. Dikutip dari , lewat edaran resminya PSSI memutuskan akan menangguhkan kompetisi Liga 1.

Di mana kompetisi sepak bola profesional itu akan digelar kembali pada 1 Juli, mendatang. Hal itu dikarenakan wabah COVID 19 yang kini semakin meluas di tanah air. Diketahui kompetisi Liga 1 Indonesia telah dihentikan sementara oleh operator yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 16 Maret lalu.

Karena kondisi tak memungkinkan, PSSI juga mengeluarkan instruksi Jumat (27/3/2020) lalu untuk menahan putaran liga. Sejumlah tim yang ikut bertarung di Liga 1 pun mau tak mau harus mengikuti regulasi tersebut. Terlepas dari pemberhentian tersebut, PSSI sebagai induk persepakbolaan Indonesia tidak mau berdiam diri.

Lewat sebuah video singkat berdurasi 2 menit 6 detik yang diunggah di kanal YouTubenya, PSSI membagikan sejumlah strategi untuk menghadapi pencegahan COVID 19. Strategi tersebut diharapkan mampu diterapkan oleh masyarakat, utamanya Garuda Fans di rumah. Video tersebut pertama kali menampilkan sosok mantan Kapten Timnas, Bambang Pamungkas.

Pria yang akrab disapa Bape ini menyebut sepakbola bukan hanya soal olahraga, namun lebih dari itu. Yakni telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan. "Membayangkan itu akan berhenti sementara waktu tentu itu tidak benar"

"Namun hidup bukan sekedar sepak bola, corona adalah musuh kita bersama," katanya. Kemudian, video ini memperlihatkan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan hal sedana dengan Bape. "Lawan (COVID 19) musuh kita bersama ini, kita harus bisa bersama sama menerapkan 4 strategi ini," ujar Indra.

Berikut strategi strategi melawan COVID 19 ala PSIS yang disampaikan oleh sejumlah pemain Timnas baik putra maupun putri. Strategi pertama dibagikan oleh seorang pemain Timnas putra bernama Febri Hariyadi. Menurutnya menjaga kebersihan tangan menjadi penting dalam upaya pecegahan penyebaran COVID 19.

"Pertama jangan lupa awasi kebersihan tanganmu, selalu gunakan antiseptik atau cuci tanganmu selama 20 detik" "Ikuti instruksi WHO dalam mencuci tangan. Jangan memengang wajahmu sebelum engkau mencuci tanganmu, agar kamu tidak terpapar oleh virus ini," tandasnya. Strategi kedua dibagikan oleh Zahra Muzdalifah yang merupakan pemain Timnas putri.

Perempuan kelahiran 2001 ini, meminta para Garuda Fans untuk memperhatikan etika ketika bersin dan batuk yang baik dan benar. "Kedua selalu tutup hidung dan mulut saat kalian bersin atau batuk. Gunakan masker jika saat flu dan batuk," kata Zahra. Pemain Timas U 23, Egy Maulana Fikri memberikan strategi ketiga.

Menurutnya social distancing juga tidak kalah penting dalam menekan postensi penyebaran virus yang menyerang sistem pernapasan ini. "Ketiga jauhi potensi keramaian yang tinggi untuk sementara ini" "Bertahan di rumah dan jaga kesehatan menjadi strategi yang baik melawan corona," tuturnya.

Strategi terakhir dibagikan oleh mantan Pemain timnas Ponaryo Astaman. Ponaryo meminta Garuda Fans untuk selalu memerhatikan kondisi kesehatannya. "Apabila kurang sehat penuhi asupan gizi dan minum vitamin"

"Isolasi dengan bertahan di rumah merupakan protokol yang dianjurkan pemerintah Indonesia dalam keadaan sakit," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *