Ganti Relawan yang Dulu Berjuang Buat Bapak Sarankan Jokowi buat Ganti Menteri Farhat Abbas

Setelah lama tak terdengar kabarnya, kini Farhat Abbas kembali menuai perhatian publik. Farhat Abbas membuat sebuah pernyataan kontroversial lewat unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Farhat Abbas mengungkapkan saran untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Farhat Abbas meminta Presiden Jokowi untuk mengganti sejumlah menteri. Menurut Farhat Abbas, sejumlah menteri yang tidak bisa membantu Presiden Jokowi mencari solusi untuk menyelesaikan masalah bangsa pantas untuk dicopot. "Saran buat pak Presiden, ganti aja menteri2nya yang gak bisa membantu atau mencari solusi masalah bangsa," tulis Farhat Abbas.

Farhat Abbas lantas menyarankan Jokowi untuk mengganti menteri menteri tersebut dengan para relawan yang berjuang memenangkannya pada Pilpres 2019. "Ganti aja ama relawan2 yang dulu teriak2 mati2an membela dan berjuang buat Pak Jokowi," sambungnya. Farhat Abbas menilai menteri menteri yang hanya diam dan tidak mau bekerja tidak pantas untuk dipertahankan.

"Ngapain dipelihara orang2 yang pendiam2 dan gak bisa kerja," ujar Farhat Abbas. Menurut pandangan Farhat Abbas, selama ini hanya ada satu dua menteri yang mendengar dan membela Preisden Joko Widodo. "Hanya satu dua orang saja suara menteri yang terdengar dan membela Pak Jokowi," pungkas Farhat Abbas.

Unggahan Farhat Abbas ini pun mendapatkan berbagai komentar dari netizen. Banyak netizen yang beranggapan bahwa pernyataan Farhat Abbas tersebut hanya modus agar sang pengacara diangkat menjadi menteri. "Modus baru… Suruh lengserkan menteri lama, biar dia yg naik jd menteri, menteri halu," tulis akun @dian_grey.

"Mkasutnya digantikan dengan anda pak ? Ups," tulis @obiecawsal. "Trs siapa gantinya..elu ya bang," tulis @wawa_apemz, "Tapi klu ada yg di ganti,terus lu di minta jadi menteri nya. Kira2 gimana ? Lu Nerima apa bolak bas?" tulis @ayad_m.

Presiden Joko Widodo menyampaikam ancaman reshuffle kabinet di hadapan para menterinya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni 2020 silam. Informasi ini baru terungkap dalam video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020). Mulanya saat membuka rapat, Jokowi menyampaikan kejengkelannya kepada para menteri lantaran masih bekerja secara biasa saja di masa krisis seperti ini.

Padahal, Presiden Jokowi meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi Covid 19 dan dampaknya terhadap perokonomian. "Langkah extraordinary ini betul betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Jokowi. "Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucap Presiden.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, langkah extraordinary itu bisa dalam bentuk mengeluarkan aturan tertentu, bahkan pembubaran lembaga dan perombakan kabinet atau reshuffle. Ia lantas menyampaikan ancaman reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa biasa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *