Ferdian Paleka Sebut Lebih Betah di Penjara, Kuasa Hukum: Jangan Dianggap Serius, Dia Hanya Bercanda

Ferdian Paleka masih menjadi perbincangan netizen. Setelah prank bingkisan sampah yang berbuah penjara, kini dia disorot lagi karena pernyataannya setelah ke luar bui. Ferdian Paleka dibebaskan pada Kamis (4/6/2020). Dia bisa menghirup udara bebas lagi karena pencabutan laporan oleh korbannya. Namun, dia kembali jadi perbincangan netizen.

Video berdurasi kurang dari 1 menit beredar di media sosial. Isinya Ferdian ditanya teman perempuannya mengenai kondisi dia di dalam tahanan. Di video itu, Ferdian tampak berdiri di depan pintu mobil yang terbuka.

"Di dalam saya sangat betah. Lebih betah di dalam," ujar Ferdian seraya tertawa. Video itu diunggah di media sosial Instagram dan kembali viral. Saat dikonfirmasi pada kuasa hukumnya, Rohman Hidayat, ia membenarkan di video itu adalah Ferdian seusai bebas dari tahanan.

"Betul dia Ferdian. Tapi itu hanya sebatas bercanda, joke is joke. Jangan ditanggapi serius. Dia ditanya temannya, Ferdian tidak tahu kalau obrolannya direkam kemudian disebarkan. Padahal ya itu hanya bercanda‎," ujar Rohman. Ia meminta warga untuk tidak menanggapi serius pernyataan Ferdian di dalam video tersebut. Apalagi, di usianya yang masih belia, memang masa masanya anak muda jika bercanda seperti itu.

"Ya, jangan dianggap serius lah. Dia bercanda kok, saat proses bebas ngobrol dengan penyidik, dia ngomong enggak mau diperpanjang lagi kok masa tahanannya," ujar dia. Apalagi, kata dia, pernyataan Ferdian di video bukan perbuatan pidana. Kemudian, Ferdian bebas dari tahanan pun tidak bersyarat. "Ferdian bebas karena kasusnya dihentikan, laporannya dicabut. Bukan bebas bersyarat ‎yang kemudian jika berulah lagi bisa kembali ditahan. Jangan terlalu dianggap serius lah," ujarnya.

Ferdian ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 45 ayat 3 Undang undang ITE. Ferdian dijebloskan ke penjara bersama dua temannya, TB Fahdinar dan M Aidil. Penyebabnya, mereka membuat video dan mengunggah di YouTube. Isinya, pemberian kardus berisi sampah ke waria di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. Videonya viral. Kemudian, dia dilaporkan komunitas transpuan ke polisi hingga akhirnya Ferdian dan kawan kawan ditahan. Pada 19 Mei, orang tua Ferdian dan kawan kawan sepakat damai dengan pelapor.

Pelapor kemudian mencabut laporan. Lalu, Ferdian dan kawan kawan dibebaskan dari tahanan pada Kamis (4/6/2020). Ferdian Paleka bersama dua temannya, TB Fahdinar dan M Aidil keluar dari tahanan Mapolrestabes Bandung, pada Kamis (4/6/2020). Ferdian ditahan sejak 8 Mei 2020.

Ketiganya keluar dari Gedung Satreskrim Polrestabes Bandung didampingi keluarga serta pengacaranya, Rohman Hiday‎at. Ferdian tampak memakai topi dan bermasker. Kedua temannya juga memakai masker serta berjaket.

Mereka meninggalkan Mapolrestabes Bandung dengan membawa kembali sedan hitam yang digunakannya dalam video prank waria di Jalan Ibrahim Adjie, pada 1 Mei 2020. Tampak seorang perempuan berambut panjang, berbaju biru berada di dalam mobil. Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, mengatakan tersangka kasus perundungan dengan konten video YouTube pemberian kardus isi sampah pada waria itu sudah dikeluarkan dari tahanan.

"Dasarnya yang pasti pencabutan aduan dan laporan dari korban pada kami yang diterima seminggu yang lalu. Itu jadi dasar kami untuk mengeluarkan para tahanan," ujar Galih, di kantornya. Ferdian Paleka dan kawan kawan disangkakan pasal 45 ayat 3 Undang undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut Galih, pasal yang disangkakan merupakan delik aduan atau tindak pidana yang sifatnya diproses berdasarkan pengaduan korban.

Itu didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi nomor 50/PUU/VI/2008 dan nomor 2/PUU VII/20029, tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dalam bidang informasi elektronik dan transaksi elektronik bukan semata mata tindak pidana umum. Melainkan sebagai delik aduan. "Seperti kita ketahui bersama untuk kasus ITE ini, ketiga tersangka dijerat Pasal 45 ayat 3. Di sini yang kami persangkakan masuk ke dalam delik aduan, itu jadi dasar kami. Dengan dasar itu, kata dia, penyidik mengeluarkan menghentikan kasus ini atau mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan atau dikenal SP3.

SP3 diatur di Pasal 109 ayat 2 KUHAP. SP3 itu syaratnya yakni penyidikan tidak cukup bukti, peristiwanya bukan tindak pidana, penyidikan dihentikan demi hukum. "Dengan dicabutnya, kami hentikan kasusnya," ujar Galih.

Sementara itu, Ferdian Paleka dan kawan kawan juga sempat jadi korban perundungan sesama tahanan. Karena kondisi itu, ia akan kembali memanggil Ferdian Paleka sebagai saksi dalam kasus tersebut. "Ya, seperti kita ketahui bersama, kasus perundungan sebelumnya (di tahanan) juga kami proses. ‎Kami akan panggil yang bersangkutan sebagai saksi. Jadi, kami akan lihat perkembangannya seperti apa," ucap Galih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *