Fakta Sidang Perdana Trio Ikan Asin, Didakwa 3 Pasal, Galih Ginanjar Terlihat Tegang

Galih Ginanjar, Pablo Benua dan Rey Utami telah menjalani sidang perdana kasus video 'ikan asin'. Sidang perdana trio ikan asin ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 9 Desember 2019. Mereka menggandeng sembilan kuasa hukum untuk membantu melawan Fairuz A Rafiq dalam kasus ikan asin.

Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami berjalan bersama menuju ruang sidang. Rey Utami sesekali melempar senyum ke awak media yang mengejar. Tangannya pun terus digandeng oleh Pablo Benua yang berjalan di sampingnya.

Sedangkan Galih Ginanjar harus menghadapi persidangan sendiri lantaran Barbie Kumalasari tak hadir. Pada sidang perdana kemarin diagendakan pembacaan dakwaan. Seperti yang diketahui, kasus ini berawal ketika Galih Ginanjar membongkar aib rumah tangganya bersama sang mantan istri, Fairuz A Rafiq.

Rey Utami dan Pablo Benua sebagai pemilik channel Youtube pun ikut terseret. Berikut fakta fakta terkait sidang perdana kasus ikan asin. Di tengah tengah berlangsungnya sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Pablo Benua mengacungkan jari kepada majelis hakim untuk menyampaikan interupsi.

Majelis hakim pun merespons acungan jari Pablo. "Kamu kenapa?" tanya Hakim Ketua Djoko Indiarto kepada Pablo. "Saya minta izin lepas rompi (tahanan) pak, ruang sidang panas," ucap Pablo yang merasa kegerahan.

Mendengar pernyataan Pablo tersebut, Djoko Indiarto kemudian bertanya kepada jaksa penuntut umum (JPU). Mendengar jawaban jaksa, majelis hakim pun memperbolehkan Pablo untuk membuka rompi tahanannya. Tak lama berselang, Galih juga ikut melepas rompi tahanan tersebut.

Hanya Rey Utami yang tetap mengenakan rompi tahanan. Ketiga tersangka kasus video ikan asin diganjar tiga dakwaan dari jaksa. Jaksa Penuntut Umum Donny M Sany memberikan tiga dakwaan karena melihat "Trio Ikan Asin" itu melakukan pelanggaran berlapis.

Ketiga terdakwa dikenai pasal alternatif tentang Asusila, Penghinaan, dan Pencemaran Nama Baik yang semuanya masuk dalam UU ITE. Pasal Perbuatan Asusila Melalui Media Elektronik, yakni Pasal 51 ayat (2) jo Pasal 36 jo Pasal 27 ayat (3) subsider Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Kedua, Pasal Penghinaan melalui Media Elektronik, yakni Pasal 51 ayat 2 jo Pasal 36 jo Pasal 27 ayat 3 subsider Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3.

Terakhir, Pasal Pencemaran Nama Baik melalui Media Elektronik Pasal 310 ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dalam persidangan itu majelis hakim begitu cair memimpin jalannya sidang. Bahkan, Galih Ginanjar menjadi sasaran candaan Hakim Ketua Djoko Indiarto seusai sidang.

Candaan ini terlontar usai Djoko mengetuk palu tanda sidang selesai. "Kamu kenapa tegang banget?" tanya Djoko kepada Galih. "Bikin nyaman saja, rileks. Anggap kayak syuting sinetron," tambah Djoko yang membuat seisi ruang persidangan tertawa.

Tak berhenti di situ, Djoko melanjutkan candaannya pada Galih. Menurut Djoko, suasana sidang yang dijalani Galih saat ini tak jauh berbeda dengan suasana ketika menjalani syuting. "Cuma kalau sinetron kameranya dikit, ini kameranya banyak," ucap Djoko Indiarto yang kembali membuat seisi ruang sidang tertawa.

Tim kuasa hukum tiga terdakwa kasus video "ikan asin" kompak mengajukan keberatan atas dakwaan kepada para terdakwa. Sembilan tim kuasa hukum yang diwakili oleh Rihat Hutabarat menyatakan keberatan atas tiga dakwaan yang dialamatkan Jaksa pada ketiga kliennya. "Kami mengajukan keberatan atas dakwaan ini yang Mulia," ucap Rihat kepada Hakim dalam sidang.

"Oke baik. Nota keberatan saudara akan kita berikan dalam sidang berikutnya dalam agenda eksepsi ya," ucap Ketua Majelis Hakim Djoko Indiarto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *