Dalam Waktu yang Hampir Bersamaan, Ada Temuan Empat Mayat di Kota Semarang

Kurang dari enam jam terdapat temuan empat mayat di Kota Semarang, Jumat (19/6/2020). Mayat ditemukan di di Kecamatan Genuk, Semarang Timur, Tembalang dan Tugu. Keempat mayat itu meninggal lantaran disebabkan dua faktor yakni kecelakaan yang dialami dua mayat di Genuk dan Tugu.

Sedangkan kejadian mayat meninggal lantaran diduga sakit terjadi di Tembalang dan Semarang Timur. Identitas korban kecelakaan di Tugu yaitu Sakimin (63) warga Tambakaji Ngaliyan Semarang. Korban tersambar kereta sekira pukul 11.28 WIB.

Selanjutnya temuan mayat di kecamatan Genuk diduga kecelakaan kerja. Hal ini ditegaskan oleh Kapolsek Genuk Kompol Subroto. Dia menjelaskan, korban yakni Muhammad Ahnaf (25) warga Kelurahan Wringinjajar Kecamatan Mranggen Demak.

Dia seorang pekerja pabrik PT Citra Gemilang Plastindo di Jalan Raya Kaligawe Kelurahan Banjardowo Genuk. "Kematian korban diduga lantaran tersengat listrik saat mengoperasikan mesin Fiji atau mesin penggolah biji plastik menjadi produk selang air," jelasnya. Sedangkan dua mayat lain ditemukan meninggal dengan dugaan kuat mengalami sakit.

Adapun identitas korban Hartini (67) warga Prambanan Klaten. sebagai pedagang rebung di pasar tersebut. Diketahui setiap hari korban tidur di pasar tersebut, korban ditemukan oleh seorang kuli panggul pasar yang menemukan korban tergeletak di jalan los pasar. Posisi korban telentang mengenakan kaos warna putih dengan celana warna hitam.

Kemudian, ditemukan seorang nenek meninggal tanpa identitas di belakang Ponpes Alfatah Mangunharjo Tembalang sekira pukul 10.30. Nenek itu ditemukan oleh warga setempat yang hendak pergi ke kebun melihat tanaman singkong. Ketika sampai di lokasi kejadian saksi itu terkejut lantaran melihat orang tanpa busana tergeletak di tanah dengan posisi telentang.

Identitas Korban belum diketahui, korban berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekira 70 tahun ciri ciri fisik berat badan sekira 50 kilo, tinggi badan sekira 165 sentimeter, rambut pendek, dan warna kulit sawo matang. Berdasarkan keterangan sementara dari petugas kesehatan Puskemas Kedungmundu membenarkan korban sudah dinyatakan meninggal sudah lebih dari 1×24 jam. "Hasil pemeriksaan fisik sementara oleh tim Inafis Polrestabes Semarang tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Jenazah dibawa ke RSUP Kariadi untuk penanganan lebih lanjut," tandas Kapolsek Tembalang Kompol Mas'ud.

Hartini (67) warga Prambanan Klaten yang setiap hari bekerja sebagai pedagang rebung di Pasar Langgar Karangturi Kecamatan Semarang Timur tiba tiba meninggal di pasar tersebut, Jumat (19/6/2020) sekira pukul 06.00 WIB. Sontak meninggalnya korban membuat geger seluruh pasar. Menurut Kapolsek Semarang Timur, Iptu Budi Antoro menjelaskan, korban diketahui meninggal dunia oleh seorang tukang panggul pasar yang melihat korban sudah tergeletak di jalan los pasar.

Kemudian dia memberitahukan ke penjaga WC pasar lalu bersama sama memeriksa kondisi korban yang ternyata sudah meninggal dunia. Dari keterangan penjaga WC, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berada di kamar mandi lalu berjalan menuju los pasar dagangannya. Dijelaskan Kapolsek, korban sehari hari berdagang rebung dan tidur di pasar Langgar.

Mengetahui ibunya meninggal, anak korban telah menerima kejadian itu dengan bukti membuat surat pernyataan menerimakematianibunya dan tidak dilakukan otopsi ataskematian. "Mayat hanya diotopsi di RSUP Kariadi dilanjutkan di makamkan oleh pihak keluarga," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *