Cerita Mantan Pengikut Keraton Agung Sejagat, Bayar Seragam Rp 3 Juta, Dijanjikan Dolar AS

Totok Santosa Hadiningrat, atau yang kerap dipanggil Sinuhun oleh pada punggawa pengikutnya ternyata pernah menjadi pemimpin sebuah organisasi bernama Jogjakarta Development Committe (JOGJA DEC). Sinuhun mengklaim dirinya sebagai pemimpin KerajaanAgungSejagat (KAS) atau yang mereka sebut sebagai World Empire. Jogjakarta Development Economic Committe (DEC) adalah organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan dan kemanusiaan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sri Utami (40) tetangga rumah yang berada dekat dengan istana kerajaan KeratonAgungSejagat (KAS). Sri Utami sendiri pernah menjadi anggota dan ikut dalam organisasi yang di pimpin oleh Totok Santosa tersebut. "Sekitar tiga tahun yang lalu, awal kegiatannya seperti membantu rakyat kecil.

Utami menceritakan jika ketika bergabung dalam DEC Dulu sempat ada iuran kartu anggota (KTA) sebesar Rp 15 ribu. "Selain iuran KTA suruh bayar seragam juga senilai Rp 3 juta. Seragamnya itu dulu seperti army atau militer loreng loreng," katanya. Totok Santosa Hadiningrat, atau Sinuhun itu sendiri menjanjikan mendatangkan Dolar Amerika Serikat ke Indonesia.

Uang tersebut untuk membiayai kegiatannya dan memberi kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Karena merasa tidak ada kegiatan yang jelas dan hanya kumpul kumpul saja, Utami akhirnya keluar dari EDC. "Bilangnya bergerak di bidang kemanusiaan, tetapi nyatanya belum ada yang disalurkan. Karena keberadaanya EDC itu dulu masih merintis disini," tambahnya.

Sri utami yang hanya berjarak 2 rumah dari Istana Keraton Agung Sejagad (KAS) menceritakan jika sedang tidak ada kegiatan rumah atau istana itu kosong. Rumah atau istana itu kosong karena para anggota atau yang disebut punggawa kerajaan berasal dari luar dan mereka bekerja masing masing. Warga sekitar jarang melihat secara langsung karena memang setelah datangnya batu besar ada sedikit ketakutan.

"Mengganggu sih sebenarnya, tetapi selama tidak mengganggu masyarakat tidak masalah, karena mereka itu kejawen," paparnya. Yang menjadi permasalahan bagi warga adalah kegiatan atau kumpul malam malam mereka yang terlihat mencurigakan dan terkesan mistis. "Pokoknya sebulan itu dua atau tiga kali pertemuan dan sebetulnya kumpul kumpul seperti itu sudah lama, cuma menang ramai itu setelah datangnya batu besar itu," pungkasnya.

Proses Pembangunan KeratonAgungSejagat sampai saat ini masih terus dikerjakan. Terlihat ada sebuah bangunan kerangka mirip saka atau tiang tiang dari kayu berdiri kokoh seperti akan menjadi sebuah pendopo. Di sisi yang lain yang kurang lebih 20 meter dari bangunan pendopo,

Terdapat sebuah kolam atau sendang yang memiliki sumber air tapi tidak terlalu jernih. Sementara di sudut lain juga ada sebuah batu besar di gubug kecil agar tidak terhindar dari hujan atau panas secara langsung. Seperti yang diinfokan sebelumnya bahwa, rumah dan lahan yang saat ini ditempati menjadi KeratonAgungSejagat adalah milik dari Cikmawan (53) warga asli RT 3 RW 1 Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan.

Diketahui ternyata Cikmawan adalah Adipati Djajadiningrat adalah bagian dari punggawa keraton atau sebagai koordinator ndalem Keraton Agung Sejagat. Sumarni (56) yang merupakan tetangga perisis keraton mengatakan jika para pengikutnya berpandangan aneh dan diluar kebiasaan. Salah satu konsep pemikirannya adalah bahwa negara tidak akan sejahtera jika tidak dipimpim oleh kaisar.

Sang Kaisar sendiri adalah Totok Santoso Hadiningrat dianggap akan menjadi pemimpin dan menguasai dunia. Namun sayang ketika ditanya terkait ijin mendirikan perkumpulan, Sumarni mengatakan jika salah satu dari mereka menjawab bahwa mereka tidak perlu ijin. "Ketika ditanya apakah sudah ada ijin, mereka menjawab tidak perlu ijin di Indonesia.

Hal itu karena pengaruhnya yang sudah internasional," katanya. Kabar kemunculanKeratonAgungSejagatdiPurworejo, Jawa Tengah menghebohkan masyarakat. Bukan hanya kemunculannya yang mendadak, tetapi klaim RajaKeraton Agung Sejagat Totok SantosaHadiningrat.

Berikut ini sejumlah pengakuan Totok Dalam sambutannya, RajaKeraton Agung Sejagat, TotokSantosa HadiningratmenyatakanKeratonAgungSejagatmerupakan induk dari seluruh kerajaan yang di dunia. Tidak hanya itu,KeratonAgungSejagatadalah induk dari seluruh negara di dunia.

Sehingga,KeratonAgung Sejagat katanya menjadi wadah terkait konflik yang ada di dunia saat ini. Kerajaan ini mengklaim berperan memperbaiki sistem kedaulatan, sistem bernegara, sistem ekonomi dan moneter secara global. Tidak hanya berpakaian layaknya abdi dalam keraton, mereka mengaku memiliki raja dan permaisuri layaknya sebuah kerajaan.

Kekuasaan sang raja pun katanya tidak terbatas pada wilayahPurworejo tetapi melebihi Indonesia bahkan meliputi seluruh dunia. Bangunan yang dijadikan sebagai istana itu berada di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan,Purworejo, Jawa Tengah. Terkait klaim RajaKeratonAgungSejagattersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan jajarannya untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *