Bicara Peluang Anies Baswedan di Pilpres 2024, M Qodari Singgung Jokowi: Gubernur DKI Cuma Audisi

Direktur Ekskutif Indo Barometer M Qodari menyinggung peluang Anies Baswedan maju di Pilpres 2024. Terkait hal itu, M Qodari lantas menyinggung rekam jejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Terkait kabar pencalonan Anies Baswedan di Pilpres 2024, mulanya Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) DKI Jakarta, Syarief Hidayatullah angkat bicara.

Ia membantah pihaknya mendeklarasikan pencalonan Anies Baswedan sebagai presiden selanjutnya. "Saya katakan bahwa tidak ada undangan undangan, itu hoaks, bukan dari saya," ujar Syarief Hidayatullah. "Itu ada yang menyebar bahwa undangan tersebut ada yang mengedit."

Tak hanya itu, Syarief Hidayatullah juga membantah adanya pertemuan dengan sejumlah tokoh untuk membahas pencalonan Anies Baswedan. "Sampai saya mengundang Pak Wali Kota, mengundang Kapolres, juga tidak ada undangan seperti itu," ujar Syarief Hidayatullah. Meskipun begitu, Syarief Hidayatullah menilai pencalonan sebagai presiden adalah hak semua warga negara, termasuk Anies Baswedan.

Karena itu, ia mempersilakan semua warga untuk mencalonkan diri selama memiliki kemampuan menjadi seorang presiden. "Tetapi kalau masalah capres semua warga negara Indonesia berhak, toh bukan sekarang," kata Syerief Hidayatullah. "Mungkin masih jauh, mungkin 2022, 2023, kita lihat aja, semua warga negara siapa saja silakan."

Tak hanya itu, Syarief Hidayatullah menilai terlalu dini jika pihaknya sudah mendeklarasikan calon presiden 2024. "Belum apa apa, masih jauh." Menanggapi pernyataan Syarief Hidayatullah, M Qodari pun turut angkat bicara.

Qodari menyatakan, Anies Baswedan memiliki peluang besar maju di Pilpres 2024. "Bisa jadi karena sering disampaikan bahwa gubernur DKI itu gubernur rasa presiden," terang Qodari. Bahkan, ia pun kembali mengungkit masa Jokowi masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Menurut dia, Anies Baswedan memiliki peluang yang sama layaknya Jokowi. Mungkin presidennya karena Pak Jokowi, jadi Beliau ini wajar sebenarnya mengusulkan DKI Jakarta. "Siapapun, kebetulan kali ini Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden," terang Qodari.

"Karena apa yang terjadi di Jakarta ini menjadi perhatian seluruh Republik Indonesia." Menurut Qodari, menjadi Gubernur DKI Jakarta merupakan jalan untuk menjadi seorang presiden. Terkait hal itu, ia sekali lagi menyinggung sepak terjang Jokowi sebelum menjadi presiden.

"Ada istilah lain tuh, gubernur DKI Jakartaitu cumaaudisi menunju calon presiden Republik Indonesia," kata Qodari. "Jadi kalau kita lihat kasus Pak Jokowi, Beliau jadi Gubernur DKI Jakarta dan kemudian dengan apa yang dilakukan di Jakarta lalu popularitasnya naik." Pada kesempatan itu, sebelumnya Syarief Hidayatullah buka suara soal hasil survei Indo Barometer.

Terkait hal itu, Syarief Hidayatullah pun mengimbau semua pihak untuk tak menyebarkan berita bohong atau hoaks. Syarief Hidayatullah menyebut survei yang dilakukan Indo Barometer itu dilakukan di seluruh Indonesia. Hal itu dinilainya tak efektif sebab Anies Baswedan hanya memimpin wilayah DKI Jakarta.

"Kalau kita melihat bahwa Pak Anies nantinya survei khusus Jakarta misalnya, saya optimis jauh dong beda banget," kata Syarief. "Ini kan skala nasional, jadi beda jauh." Menanggapi pernyataan Syarief itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari pun angkat bicara.

Qodari menyatakan, pihaknya tak bisa memberi pernyataan apapun jika ada yang meragukan hasil survei lembaganya. "Saya enggak berani jawab ya, yang namanya survei itu sebelum ada hasil kita tidak bisa bicara apa apa," ucap M Qodari. Lantas, ia pun menyebut usulan untuk melakukan survei di DKI Jakarta itu menjadi masukan yang baik bagi Indo Barometer.

"Tapi menurut saya menarik juga kalau misalnya nanti ada survei yang khusus dilakukan di DKI Jakarta soal penanganan banjir dan macet," kata M Qodari. Melanjutkan penjelasannya, Syarief pun kembali buka suara. Ia menyoroti soal hasil survei Indo Barometer yang menujukkan kepuasan publik terhadap kinerja Ahok jauh lebih tinggi dibandingkan Anies Baswedan.

Terkait hal itu, Syarief justru mempertanyakan hasil kerja Ahok selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Lebih baiknya di mana? Lebih baiknya harus ada data secara otentikto?,"kata Syarief. "Jangan main blur saja, sekarang main sebar yang tidak otentik tanpa data."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *