Bhayangkara FC Harapkan PT LIB Bantu Beban Klub Anggaran Sponsor Tidak Maksimal

Satu di antara yang menjadi keberatan beberapa klub Liga 1 kembali melanjuti Liga 1 2020 di tengah pandemi Covid 19 yakni masalah finansial. Sponsor yang menjadi pemasukan utama pun mereviu kontraknya. Hasilnya nilai kontrak sponsor klub tak maksimal. Hal itu pun yang dialami klub asal Ibu Kota, Bhayangkara FC.

“Kalau memang liga ini mau dimulai sampai dengan saat ini kami akui hanya kesulitan satu, terkait dengan sponsor. Karena apa? karena pertandingan ini kan sebentar lagi akan dimulai kan susah untuk kami mencari sponsor,” kata COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji saat dihubungi wartawan, Kamis (25/6/2020). “Kemarin itu, ini khusus untuk Bhayangkara, kami baru membicarakan mau deal dealan soal kontrak dengan sponsor lalu ada covid, jadi kontrak yang kami dapatkan itu juga tidak maksimal,”sambungnya. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Sumardji meminta kepada PT LIB yang dalam hal ini sebagai operator Liga untuk memberikan tambahan subsidi.

Sebelumnya memang ada usulan dari klub klub yang ingin Subsidi klub Liga 1 untuk bisa dinaikan kisarannya Rp 800 juta hingga Rp1,5 miliar. Usulan itu pun masih menunggu persetujuan dari PT LIB. “Jadi Kalau memang mau dilanjutkan memang sebaiknya ada opsi bagaimana kira kira PT LIB bisa memberikan subsidi kepada klub sehingga sedikit banyak berperan untuk meringankan beban klub. Karena kami tahu untuk gaji pemain dan biaya operasional itu tidak sedikit,” pungkasnya. Seperti diketahui, Federasi sepakbola Indonesia, PSSI sebelumnya telah mengumumkan secara resmi untuk menggelar Liga 1 dan Liga 2 2020 pada September atau Oktober mendatang.

Namun, PSSI belum menyebut tanggal pasti kick off nya karena masih menunggu hal hal teknis lainya yang masih dalam pembahasan salah satunya mengenai subsidi klub klub Liga 1 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *