Belum Ada Lonjakan Covid-19 Akibat Demo UU Cipta Kerja Wagub DKI

Gelombang demo tolak UU Cipta Kerja dalam beberapa waktu terakhir rawanterhadap penyebaran Covid 19 karena mengabaikan protokol kesehatan. Di sejumlah daerah klaster demo UU Cipta Kerja mulai bermunculan, anggota polisi yang mengamankan demo, buruh serta mahasiswa yang ikut demo ada yang terkonfirmasi positif Covid 19. Namun sejauh ini Pemprov DKI belum mendapat informasi terkait lonjakan kasus Covid 19 setelah dua minggu kemudian atau pada Kamis (22/10/2020) lalu.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada tanda tanda peningkatan. Justru yang terjadi kecenderungannya menurun,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Jumat (23/10/2020). Pria yang akrab disapa Ariza ini, menyatakan kasus aktif Covid 19 di Jakarta cenderung melandai, meski secara keseluruhan angkanya bertambah. Tidak hanya di Jakarta, kata dia, fenomena ini juga terjadi di tingkat nasional.

“Mudah mudahan demikian Jakarta dan daerah lainnya terus menurun angkanya. Sekali lagi bagi masyarakat melaksanakan protokol kesehatan,” katanya. Menurut Ariza, sejak diberlakukan PSBB transisi pada 5 Juni, kasus Covid 19 sempat mengalami peningkatan. Kemudian Pemprov DKI memberlakukan PSBB jilid II dari 14 September sampai 11 Oktober 2020.

“Tetapi sejak akhir September sampai awal 9 Oktober grafiknya sudah mulai mendatar konsisten dan juga angka kesembuhan meningkat sekarang 84,2 persen, sedangkan angka kematian turun 2,2 persen,” jelasnya. “Kemudian semua pengetesan PCR kami tingkatkan melebihi dari standar yang diminta, yakni enam kali melebihi standar atau 1,16 juta lebih PCR yang dilakukan,” tambahnya. Sementara itu, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan DKI jakarta, kasus harian Covid 19 pada Jumat (23/10/2020) bertambah 952 orang.

Dari angka itu, sebanyak 100 kasus merupakan data akumulasi pada tangga 21 Oktober 2020 yang baru dilaporkan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, kasus aktif Covid 19 di DKI Jakarta sampai sekarang mencapai 12.590 orang. Mereka masih ada yang dirawat dan ada juga yang menjalani isolasi mandiri.

Sedangkan jumlah kasus konfirmasi positif secara total di Jakarta sampai Jumat (23/10/2020) mencapai 99.158 kasus. Dari jumlah tersebut, total 84.430 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 85,1 persen dan 2.318 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2 persen. “Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,5 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,4 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *