Beberapa Teknik Menenangkan Diri Saat Stres Melanda di Tengah Pandemi Virus Corona

Pandemi virus corona bukan hanya berdampak masalah kesehatan, tapi juga perekonomian. Mungkin tak sedikit perusahaan kesulitan finansial sehingga terpaksa merumahkan karyawannya. Pekerja dengan pendapatan harianjuga kena imbas.

Oleh karenanya, stres seringkali sulit untuk kita hindarkan, terlebih dalam situasidemikian. Jika tidak kita kendalikan, stres akan mengganggu suasana hati, hubungan, rutinitas tidur, bahkan fungsi tubuh. Setiap orang punya cara berbeda dalam mengelola stresnya. Jika kamu belum menemukannya, teknik teknik relaksasi berikut mungkin bisa dicoba untuk manajemen stres.

Menemukan teknik yang paling pas dengan diri kita memang membutuhkan trial and error (percobaan dan kegagalan), namun ketika sudah menemukan teknik yang pas kamu akan merasa jauh lebih tenang. Pendiri Plum Counseling and Wellness, Jessie Bohnenkamp, LPC, NCC, merekomendasikan untuk mencoba teknik relaksasi otot progresif. Ia menjelaskan, ketika merasa stres, seringkali kita menegangkan bagian tubuh kita, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita tidak aman dan perlu waspada terhadap bahaya.

"Berbaringlah, atau dalam posisi yang nyaman, kemudian mulailah dengan jari jari kaki, fokus merelaksasi sepenuhnya setiap kelompok otot atau bagian tubuh, perlahan bergerak ke atas tubuh lalu biarkan semua ketegangan mengalir jauh," ungkapnya kepada Popsugar. Jika merasa stres, cobalah keluar rumah untuk berjalan jalan dengan tetap memperhatikan keamanan dan jaga jarak. Walau sebentar tetapi dapat membantu menjernihkan pikiran. Selain berjalan kaki, fokus pada pernapasan dalam yang lambat sambil mengingatkan diri kita untuk mengulangi napas tersebut juga membantu.

Penulis sekaligus pendiri of Hammond Psychology & Associates, P.A, Nekeshia Hammond, PsyD, menyarankan untuk mengambil napas dalam dalam ketika kita merasa dilanda panik. Cara sederhana ini dapat memulihkan dan merevitalisasi suasana hati dan tingkat energi seseorang. "Cobalah hubungi sahabat atau orang yang biasa kamu hubungi ketika sedang rentan dan lemah, biarkan mereka memberimu ketenangan dan arahan," kata konselor Louis Laves Webb, LCSW, LPC S.

Biarkan dirimu bersandar pada orang yang kamu cintai dan berbagi penderitaan, rasa tidak aman dan kekhawatiran yang dirasakan. Stres seringkali muncul dengan berbagai cara di seluruh tubuh kita, itulah sebabnya spesialis manajemen stres Sandra Thébaud, PhD, menyarankan untuk melakukan pemindaian atau scan tubuh kapan pun kamu merasa stres dan perlu rileks. Bagaimana cara melakukannya?

"Mulailah dari kepala dan turunkan ke kaki. Jika merasakan ada ketegangan, hembuskan dan lepaskan ketegangan. Dengan melepaskan ketegangan secara sadar dari tubuhmu, kamu akan dapat merasakan relaksasi dan peremajaan dalam waktu yang segera," kata Dr. Thébaud. Fokus pada hal hal yang perlu kamu syukuri karena syukur memberi kita perspektif dan membuat kita tidak berpikir bahwa hidup kita penuh penderitaan. "Jika kamu merasa ada yang salah dalam harimu atau tingkat stresmu tinggi, istirahatlah selama 10 hingga 15 menit," kata pendiri Wellness IRL, Tasha Holland Kornegay, PhD, LPC,.

Cari tempat agar kita bisa bersantai untuk melakukan sesuatu yang membuatmu bahagia di tempat itu. Lalu, lakukanlah hal yang kamu suka. Entah itu bernyanyi, membaca, minum kopi, atau hanya berdiam diri. Peregangan tidak hanya diperuntukkan bagi pelari atau orang orang yang berolahraga di gym.

Dr. Holland Kornegay merekomendasikan melakukan peregangan setiap hari untuk membantu menghilangkan stres dan lebih rileks. Kamu tak perlu waktu yang banyak itu melakukannya dan bisa cukup berdiri di ambang pintu dan mencoba merentangkan tangan untuk mencapai sisi kusen pintu. Tahan selama 90 detik lalu lepaskan. "Latihan sederhana ini akan memikat sistem saraf dan meningkatkan energimu," kata Dr. Holland Kornegay.

Olahraga dapat mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh, seperti adrenalin dan kortisol. Latihan ini juga merangsang produksi endorfin, bahan kimia di otak yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami dan pengatur suasana hati. Berbicara dengan diri sendiri mungkin terdengar aneh, tetapi bicara dengan (seolah) orang ketiga dapat digunakan mengantisipasi peristiwa yang membuat stres, cemas, atau ketika berurusan dengan sesuatu yang menyebabkan stres dan kecemasan di masa lalu, seperti penolakan atau kegagalan.

Direktur laboratorium psikofisiologi Michigan State University, Jason Moser, PhD, mengatakan, untuk berbicara sendiri, mulailah dengan membicarakan peristiwa yang membuatmu stres kepada "seseorang" tersebut. "Ketika kamu menggunakan nama sendiri, otak beralih ke mode lain seolah olah dirimu sedang berbicara dengan orang lain. Singkatnya, yang terjadi adalah kamu menciptakan jarak psikologis antara dirimu dan masalah yang sedang hadapi," ungkapnya. Lihat Foto Suasana jalanan lengang kota Jakarta di Jalan protokol M.H Thamrin, Selasa (31/3/2020).

Suasana jalanan Jakarta lengang tampak sepi dibandingkan hari biasa karena sebagian warga telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona atau COVID 19. Meditasi bisa menjadi alat yang luar biasa untuk meningkatkan kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Meditasi bekerja untuk meningkatkan plastisitas otak dengan memperkuat sinapsis untuk mengubah pola pikir maladaptif (pikiran negatif sial), meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan perhatian dan konsentrasi.

Jika kamu seseorang yang menganggap kejadian di masa sekarang sebagai tantangan, Dr. Moser menyarankan untuk mencoba meditasi selama 15 menit. "Yang menyenangkan tentang meditasi adalah, seperti halnya bicara pada diri sendiri, itu sangatlah fleksibel dan ada begitu banyak sumber daya dan aplikasi online untuk memandumu bermeditasi," katanya. "Cobalah untuk duduk diam selama 15 menit beberapa kali seminggu, tanpa gangguan dan memperhatikan napasmu. Cara itu akan bisa membantu."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *