Ahli Waris Ingin Tahu Otak Pelaku yang Publikasikan Penjualan Pulau Pendek

Sejumlah ahli waris dari keturunan penduduk Pulau Pendek, Desa Boneatiro, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mengajukan laporan resmi ke polisi, Kamis (3/9/2020) sore. Ini berkaitan dengan pulau pendek yang sempat dijual dengan harga murah dalam situs jual beli online beberapa hari lalu. “Setelah kami merembuk, langkah kami adalah melaporkan surat pengaduan ke polisi, karena kami anak cucu sudah resah dengan adanya penjualan pulau tersebut,” kata Kepala Desa Boneatiro Barat sekaligus ahli waris Pulau Pendek, Ilyas, kepada sejumlah media, Kamis (3/9/2020).

Dalam laporannya tersebut, para ahli waris menyertakan dengan beberapa bukti pembayaran pajak 334 penduduk pulau pendek dari 1937 hingga 1940. Dalam buku catatan tersebut dilengkapi dengan nama nama 334 penduduk yang pernah mendiami pulau tersebut pada masa Kolonial Belanda. Para ahli waris juga menyerahkan bukti lainnya seperti sejarah Pulau Pendek semasa Kesultanan Buton.

“Bukti perpajakan yang kami sertakan ini menjadi dasar untuk laporan pengaduan ke pihak kepolisian,”ujar Ilyas. Dia berharap dapat mengetahui otak pelaku yang mempublikasikan penjualan pulau pendek di situs online. Baca juga: Heboh Pulau di Buton Dijual Rp 36.500 Per Meter Persegi, Kapolsek Kapontori Iptu La Ajima menyatakan, laporannya telah diterima dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Polres Buton.

“Karena ini permasalahan nasional tentunya yang tangani masalah ini minimal Polres, karena saksi saksi yang diperiksa mayoritas berdomisili di luar Kabupaten Buton. Besok saya akan berkoordinasi dengan kapolres membawa surat pengaduan ini,” ucap La Ajima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *