55 Miliar USD India Borong Senjata Hingga 5 Buntut Ketegangan dengan China

India mempercepat pembelian senjata dari dalam dan luar negeri. Hal itu ditengarai buntut dari bentrokan berdarah di perbatasan yang menjadi sengketa antara India dengan China. Diketahui, hubungan India China merenggang setelah 20 tentara India tewas dalam "pertempuran" dengan pasukan China pada 15 Juni lalu di Lembah Galwan.

Tidak jelas, apakah ada pasukan Tiongkok yang meninggal. Dewan Akuisisi Pertahanan (DAC) India pada Jumat (3/4/2020) pekan lalu menyetujui proyek pengadaan senjata mencapai US$ 5,55 miliar atau sekitar Rp 80,47 triliun. Termasuk dari domestik senilai US$ 0,44 miliar.

DAC adalah badan di bawah naungan Departemen Pertahanan. “Dalam situasi saat ini dan kebutuhan untuk memperkuat angkatan bersenjata gunamempertahankan perbatasan kami, dan sejalan dengan seruan Perdana Menteri kami untuk Atma Nirbhar Bharat (India yang mandiri), DAC,dalam pertemuan 2 Juli di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Rajnath Singh, memberikan persetujuan untuk akuisisi modal berbagai platform dan peralatan yang dibutuhkan oleh angkatan bersenjata India," kata Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan. "Proposal dengan perkiraan biaya US$ 5,55 miliar disetujui,” ujar Kementerian Pertahanan, Senin (6/7/2020), seperti dikutipDefense News.

Berdasarkan persetujuan tersebut, India akan meningkatkan kemampuan 59 pesawatMiG 29 dan membeli 21 jet tempur itu lagi dari Rusia dengan harga sekitar US$ 1 miliar.Selain itu, India akan memesan 12 pesawat tempur Su 30MKI buatan Rusia senilai US$ 1,53 miliar. Pemerintah India juga menyetujui program pengembangan amunisi untuk peluncur roket multi barel Pinaka, peningkatan persenjataan kendaraan tempur infanteri BMP 2, rudal jelajah serangan darat Nirbhay, dan rudalbeyond visual rangeAstra. Lalu, Pemerintah India sepakat melakukan pembelian darurat artileri Excalibur untuk howitzer M777 ultralight dari Amerika Serikat, sistem pertahanan udara Igla S asalRusia, dan rudal berpemandu anti tank dari Israel.

Angkatan Darat kemungkinan akan membeli amunisi untuk tank T 90, kendaraan lapis baja BMP 2, senjata pertahanan udara, senjata artileri, dan senjata kecil, serta roket, rudal, juga mortir. Sementara Angkatan Udara kemungkinan bakal membeli rudal udara ke udara, rudal udara ke darat, bom pintar, alat pertahanan anti radar dan peluru kendali aliaschaff andflare, serta amunisi berpemandu dengan presisi. Sebagai bagian dari upaya pengadaan, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengunjungi Moskow pada 22 25 Juni dan bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Wakil Perdana Menteri Yury Borisov, dan CEO Rosoboronexport Alexander Mikheev.

Melansir Defense News,seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan, India meminta pasokan langsung suku cadang untuk pesawat tempur Su 30MKI, kapal selam kelas Kilo, dan tank T 90. Selain itu, pembelian darurat rudal dan amunisi khusus untuk jet tempur, tank, kapal perang, dan kapal selam. Pejabat Kementerian Pertahanan lainnya menyebutkan, Pemerintah India berencana menandatangani kontrak pertahanan dengan Rusia senilai US$ 800 juta untuk membeli senjata dan suku cadang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *