3 Pelaku Ditangkap Beraksi 7 Kali & 8 Orang Jadi Korban Kasus Penembakan Acak di Tangerang Selatan

Polisi berhasil menangkap para pelaku penembakansecara acak terhadap pengendara di sejumlah lokasi di wilayahTangerang Selatan. Pelaku yang berjumlah tiga orang inidiringkus petugas pada Senin (10/8/2020) malam. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ketiga pelaku ini mengaku telah beraksi di tujuh lokasi berbeda.

Selain itu, diketahui juga bahwa sudah ada delapan pengendara yang menjadi korban. Ketiga pelaku berdomisili di Kota Tangerang. Namun, mereka melancarkan aksinya di wilayah Tangerang Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan. Aksi penembakan tersebut sudah dilakukan oleh ketiga pelaku sebanyak tujuh kali sejak 28 Juni 2020. "Kita mendapatkan laporan masyarakat sebanyak tujuh kali dan korban delapan orang,"ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (11/8/2020). seperti dikutip dari Kompas.com.

"Dari ketujuh kegiatan yang mereka lakukan itu menimbulkan korban delapan orang," imbuhnya. Delapan korban tersebut, lanjut dia, terdiri dari dua pelajar SMP, dua karyawan swasta, dua mahasiswa, satu pedagang, dan satu pengemudi ojek daring. Menurut Iman, para korban tersebut rata rata merupakan pengendara motor yang sedang melintas di jalan ray.

Mereka kemudian menjadi target penembakan pelaku. "Sepanjang jalan raya yang ramai di situlah menjadi sasaran para pelaku." "Ketiganya sudah membagi tugas, ada eksekutor, mencari korban dan mengendarai kendaraan," ungkapnya.

Penangkapan pelaku berawal dari serangkaian penyelidikan dan didapatkan sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi untuk melancarkan aksinya. "Ada langkah langkah penyelidikan yang tidak bisa saya sampaikan metodenya," ujar Iman. Menurut Iman, petugas kemudian melakukan pengawasan di lokasi lokasi tersebut. Petugas lalu menangkap seorang pelaku yang sedang mengendarai kendaraannya.

"Saat salah satu tersangka mengendarai kendaraan, kemudian berhentikan." "Kemudian kita geledah dan menemukan senjata airsoft gun dan kita kembangkan," ungkapnya. Setelah mengetahui keberadaan dua pelaku lainnya, polisi segera mendatangi lokasi tersebut untuk dilakukan penangkapan.

Di lokasi penangkapan dua pelaku tersebut, Polisi kembali menemukan dan mengamankan senjata jenis airsoft gun yang digunakan untuk melakukan aksinya. "Kita lakukan penggeledahan di apartemen salah satu tersangka dan menemukan barang bukti lain," ungkapnya. Dari penangkapan tersebut, polisi sudah menyita sejumlah barang bukti berupa tiga pucuk senjata jenis airsoft gun beserta pelurunya, dan satu unit mobil yang digunakan para pelaku.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan barang bukti berupa serpihan peluru mimis dari para korban penembakan tersebut. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 E KUHP dan atau Pasal 353 ayat 2 KUHP, dan atau Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Pengeroyokan dan atau Penganiayaan. Serta Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 karena tanpa hak Menguasai, Memilik, Menyimpan, menggunakan Senjata Api dengan anacaman hukuman 10 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya,warga Serpong, Tangerang Selatan digegerkan dengan adanya peristiwa penembakan. Setidaknya, peristiwa itu sudah terjadi tiga kali. Kesamaan dari ketiga peristiwa tersebut adalah korban mengendarai sepeda motor.

Polisi menduga, pelaku penembakanmelancarkan aksinya dengan mencari korban secara acak di jalan raya. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan. Ia menjelaskan bahwa pelaku mengincar korban yang sedang melintas di jalan raya menggunakan sepeda motor.

"Jadi diduga pelaku ini secararandommemilih korban,"ujarnya saat dihubungi Minggu (9/8/2020) seperti dikutip dari Kompas.com. "Rata rata korbannya menggunakan sepeda motor dan mengendarainya di jalan," imbuhnya. Sebelumnya, seorang mahasiswa menjadi korban penembakan di kawasan Jalan Raya Serpong, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul 00.30 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kanan. Korban laludilarikan ke rumah sakit terdekat.

Peristiwa penembakan tersebut sudah dilaporkan oleh korban kepada pihak kepolisian. Iman mengatakan bahwa penembakan misterius terhadap seorang mahasiswa di kawasan Serpong merupakan satu dari beberapa kejadian serupa yang terjadi sebelumnya. "Saat ini sedang kita lakukan penyelidikan karena ada beberapa kasus yang sama terjadi," ujar dia saat dihubungi, Minggu (9/8/2020).

Setidaknya terdapat tujuh kasus penembakan di jalan raya wilayah Tangerang Selatan yang dilaporkan oleh para korban kepada pihak kepolisian. Menurut Iman, setiap peristiwa tersebut terjadi pada waktu dan tempat kejadian yang berbeda. "Untuk kejadian itu berbeda beda, baik tanggal, waktu dan tempatnya," ungkap dia. Salah satu kejadian sebelumnya terjadi di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

Peristiwanya terjadi pada hari Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban merupakan seorang pegawai mini market yang tertembak di bagian punggung saat sedang dibonceng sepeda motor oleh rekannya. Iman menyebut bahwa para korban rata rata tertembak peluru mimis yang diduga berasal dari senapan angin atau airsoftgun .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *